Demonstrasi Besar Melanda Thailand pada Sabtu, Tolak Larangan Unjuk Rasa

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sekitar 20 ribu orang turun ke jalan di Kota Bangkok dan beberapa kota lainnya untuk memprotes larangan demonstrasi oleh pemerintah Thailand. Bangkok Post

    Sekitar 20 ribu orang turun ke jalan di Kota Bangkok dan beberapa kota lainnya untuk memprotes larangan demonstrasi oleh pemerintah Thailand. Bangkok Post

    TEMPO.CO, Jakarta - Puluhan ribu orang turun ke jalan di Bangkok, Thailand, dan sejumlah kota lain menolak pelarangan demonstrasi oleh pemerintah pada Sabtu, 17 Oktober 2020.

    Pemerintah Thailand menyatakan larangan pertemuan lebih dari lima orang pada Kamis pekan ini sambil membubarkan aksi demonstrasi yang berlangsung di depan kantor Perdana Menteri Prayuth Chan-o-cha.

    Demonstrasi kemarin, yang diperkirakan melibatkan 20 ribu orang, merupakan lanjutan dari unjuk rasa selama tiga bulan terakhir, yang menuntut pengunduran diri PM Prayuth, pembentukan konstitusi baru, dan pengurangan kekuasaan monarki dalam pemerintahan. Raja Thailand saat ini adalah Maha Vajiralongkorn. 

    Banyak demonstran mengaku turun ke jalan karena terpicu tindakan polisi menggunakan semprotan water cannon atau meriam air untuk membubarkan ribuan demonstran muda, yang sebagiannya adalah anak-anak.

    “Itu sudah melewati batas. Kami ingin menunjukkan mereka kekuatan dan bahwa kami tidak bisa menerima ini,” kata Tang, 27 tahun, seorang pekerja kantor yang berkumpul bersama ribuan orang di stasiun Lat Phrao di Bangkok pada Sabtu, 17 Oktober 2020 seperti dilansir Reuters.

    Polisi mencoba meredam unjuk rasa ini dengan menutup jaringan transportasi publik atau MRT di Bangkok namun upaya ini menjadi masalah. Demonstran malah berunjuk rasa di berbagai lokasi di kota itu. Setidaknya ada tiga lokasi unjuk rasa besar di Bangkok. Enam kota lainnya juga mengalami demonstrasi.

    Polisi tidak mencoba membubarkan demonstrasi di berbagai lokasi itu. “Kami terutama mencoba bernegosiasi,” kata Yingyos Thepjamnong, juru bicara polisi dalam jumpa pers. “Penerapan hukum akan berlangsung bertahap menggunakan metode yang mengikuti standar internasional.”

    Sumber

    https://www.reuters.com/article/us-thailand-protests/tens-of-thousands-protest-across-thailand-in-defiance-of-ban-idUSKBN27206N

    https://www.bangkokpost.com/thailand/general/2003711/protesters-pick-3-sites-as-mass-transit-shut-down


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.