Dua Helikopter Afganistan Bertabrakan saat Perang Lawan Taliban

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Dua helikopter milik pasukan Afganistan bertabrakan di Provinsi Helmand saat menghadapi pasukan Taliban. Anadolu

    Dua helikopter milik pasukan Afganistan bertabrakan di Provinsi Helmand saat menghadapi pasukan Taliban. Anadolu

    TEMPO.CO, Jakarta - Setidaknya sembilan anggota pasukan Afganistan tewas akibat dua helikopter yang membawa mereka bertabrakan di udara saat melakukan misi menyerang pasukan Taliban di Provinsi Helmand, yang terletak di sebelah selatan negara itu.

    Insiden ini terjadi di Distrik Nawa-i-Barakzayi pada Selasa seperti dilansir Anadolu dan India.com.

    “Pasukan Afganistan sedang menghadapi pasukan Taliban di sejumlah front,” begitu dilansir Anadolu pada Rabu, 14 Oktober 2020. Insiden ini terjadi beberapa saat setelah kedua helikopter terbang.

    Secara terpisah, pemerintah Afganistan mengeklaim berhasil menghalau serangan besar pasukan Taliban di Helmand dan menewaskan sekitar 70 orang penyerang.

    Pasukan Afganistan juga menangkap Mawlawi Ghafur, deputi gubernur bayangan Taliban untuk Provinsi Helmand, yang baru saja dilepaskan dari penjara.

    Dia ditangkap saat memimpin pasukan Taliban menyerang pasukan Afganistan di Distrik Nahr-e-Saraj.

    Pada saat yang sama, juru bicara Gubernur Helmand, Omar Zwak, mengatakan pasukan menarik diri dari pos penjagaan di area Babaji di sekitar Kota Lashkargah.

    Sejumlah akun sosial media pendukung Taliban mengatakan ini terjadi karena pasukan itu mulai memasuki Kota Lashkargah.

    Berdasarkan kesepakatan damai AS-Taliban yang tercapai pada Februari 2020, kelompok penyerang tidak boleh menyerang kota besar atau ibu kota provinsi.

    Sumber

    https://www.aa.com.tr/en/asia-pacific/twin-helicopter-crashes-claim-9-afghan-soldiers/2005802


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Aturan Baru Nonton di Bioskop Pasca Covid-19

    Masyarakat dapat menikmati film di layar lebar dalam masa pandemi Covid-19 dengan tetap menerapkan protokol kesehatan.