Di Sidang Umum PBB, Cina Klaim Tak Ingin Perang Dingin Dengan Amerika

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden China Xi Jinping, mengunjungi area pelabuhan Chuanshan di Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di Provinsi Zhejiang, China timur, 29 Maret 2020. Presiden Xi melakukan inspeksi terhadap proses pelanjutan kembali pekerjaan dan produksi di Zhejiang. Xinhua/Yan Yan

    Presiden China Xi Jinping, mengunjungi area pelabuhan Chuanshan di Pelabuhan Ningbo-Zhoushan di Provinsi Zhejiang, China timur, 29 Maret 2020. Presiden Xi melakukan inspeksi terhadap proses pelanjutan kembali pekerjaan dan produksi di Zhejiang. Xinhua/Yan Yan

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Cina, Xi Jinping, menggunakan momen Sidang Umum PBB untuk menjelaskan posisi Cina dalam berbagai konflik di dunia. Ia menyatakan bahwa Cina tidak memiliki niatan untuk memicu perang dingin ataupun perang panas dengan negara lain.

    Hal itu, kata Xi Jinping, termasuk dalam merespon pandemi virus Corona. Ia menyampaikan bahwa Cina lebih memilih untuk bekerjasama untuk mengatasi pandemi tersebut dibanding harus bermusuhan, salah satunya dengan Amerika.

    "Kita harus membangun solidaritas dan mencoba melalui ujian ini bersama-sama," ujar Xi Jinping, dalam pidatonya di sidang umum PBB, sebagaimana dikutip dari Channel News Asia, Rabu, 23 September 2020.

    Diberitakan sebelumnya, Presiden Amerika Donald Trump kembali menuduh Cina sebagai dalang pandemi virus Corona. Ia melakukannya ketika berpidato di Sidang Umum PBB. Menurut Donald Trump, pandemi virus Corona menjadi pandemi global karena Cina mengizinkan warganya berlibur ke berbagai negara di masa awal wabah.

    Xi Jinping tidak merespon langsung tuduhan Donald Trump. Namun, ia mengatakan bahwa dalam menghadapi pandemi virus Corona, negara-negara terdampak harus mengikuti petunjuk sains. Selain itu, kata Xi Jinping, negara-negara terdampak juga perlu memberi hak kepada WHO untuk mengkoordinir respon gabungan internasional.

    "Segala bentuk upaya untuk mempolitisir atau menstigmatisasi isu ini harus ditolak," ujar Xi Jinping, menyindir Donald Trump yang menyebut CIna bersekongkol dengan WHO untuk menutup-nutup dalang pandemi virus Corona.

    Duta besar Cina untuk PBB, Zhang Jun, lebih frontal dalam membantah Donald Trump. Ia menyebut pernyataan Donald Trump sebagai sebuah kebohongan dan tak berdasar. Selain itu, ia juga menyebut tuduhan Donald Trump sebagai lagu lama yang diulang-ulang. "Kebohongan yang diulangi berkali-kali tetaplah sebuah kebohongan," ujar Zhang Jun.

    Sekjen PBB Antonio Guterres mengapresiasi apa yang disampaikan Cina. Menurutnya, situasi dunia sekarang mengarah ke direksi yang buruk dengan konflik Amerika-Cina sebagai katalisnya.

    "Kita harus berupaya menghindari Perang Dingin baru. Dunia ini tidak bisa menerima masa depan di mana dua kekuatan ekonomi besar memecah belah, dengan aturan dan kecanggihan teknologinya masing-masing," ujar Guterres khawatir.

    ISTMAN MP | CHANNEL NEWS ASIA

    News Link:
    https://www.channelnewsasia.com/news/asia/china-united-nations-xi-jinping-cold-war-13135022


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Penggerogotan Komisi Antirasuah, Isu 75 Pegawai KPK Gagal Tes Wawasan Kebangsaan

    Tersebar isu 75 pegawai senior KPK terancam pemecatan lantaran gagal Tes Wawasan Kebangsaan. Sejumlah pihak menilai tes itu akal-akalan.