Selasa, 22 September 2020

Populasi Orang Muda Jerman Terus Menurun

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sejumlah warga membersihkan jalanan dari sisa-sisa aksi protes KTT G20 di Sternschanze, Hamburg, Jerman, 9 Juli 2017. Unjuk rasa diwarnai bentrokan yang menyebabkan sejumlah kerusakan. REUTERS/Fabian Bimmer

    Sejumlah warga membersihkan jalanan dari sisa-sisa aksi protes KTT G20 di Sternschanze, Hamburg, Jerman, 9 Juli 2017. Unjuk rasa diwarnai bentrokan yang menyebabkan sejumlah kerusakan. REUTERS/Fabian Bimmer

    TEMPO.CO, Jakarta -Jumlah populasi orang muda Jerman berusia 15-24 tahun mengalami penurunan dari tahun ke tahun.

    Berdasarkan data yang dirilis Kantor Statistik Federal Jerman atau Destatis, populasi orang muda di usia 15-24 tahun sebanyak 8,5 juta jiwa pada akhir tahun 2019.

    Jumlah ini hanya 10,3 persen dari total populasi penduduk Jerman sebanyak 83,2 juta jiwa.

    Laporan Deutsche Welle menjelaskan, Destatis menjelaskan fakta ini untuk memperingati Hari Orang Muda Internasional pada hari Rabu, 12 Agustus 2020.

    Destatis mencatat bahwa 15 tahun lalu, jumlah populasi orang muda usia 15-24 tahun sebesar 9,7 juta jiwa atau 11,8 persen dari total populasi penduduk Jerman.

    Penurunan populasi usia orang muda Jerman terjadi terus menerus sejak tahun 2005. Kecuali tahun 2015 karena sebagian jumlah populasi orang muda itu disumbang dari imigrasi.

    Jika dibandingkan dengan populasi orang muda usia 15-24 tahun di Uni Eropa, Jerman masih berada di atas beberapa negara Uni Eropa.

    Berdasarkan data kantor statistik Uni Eropa atau Eurostat, persentase populasi usia 15-24 tahun sebesar 10,6 persen dari total populasi Uni Eropa pada awal 2019.

    Jumlah populasi terbesar usia muda di Uni Eropa ada di Cyprus yakni 12,6 persen kemudian disusul Denmark dan Irlandia. Sedangkan yang terendah ada di Bulgaria sebesar 8,9 persen.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Utak-atik Definisi Kematian Akibat Covid-19, Bandingkan dengan Uraian WHO

    Wacana definisi kematian akibat Covid-19 sempat disinggung dalam rakor penanganan pandemi. Hal itu mempengaruhi angka keberhasilan penanganan pandemi.