Kampanye Anti Obesitas, Boris Johnson Mau Warga Inggris Bersepeda

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Anggota partai konservatif, Boris Johnson, mengendarai sepedanya di sepanjang Whitehall di London, Inggris 6 Juli 2016. [REUTERS / Peter Nicholls]

    Anggota partai konservatif, Boris Johnson, mengendarai sepedanya di sepanjang Whitehall di London, Inggris 6 Juli 2016. [REUTERS / Peter Nicholls]

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Boris Johnson menyarankan warga Inggris bersepeda sebagai bagian dari kampanye mengendalikan obesitas dan mencegah virus corona.

    Boris Johnson akan memerintahkan dokter umum menyarankan bersepeda untuk menurunkan berat badan, menurut laporan Sky News, 26 Juli 2020.

    Beberapa pasien akan memperoleh akses sepeda melalui dokter mereka dan pemerintah akan menyediakan lebih banyak jalur khusus sepeda, trotoar, dan parkir untuk sepeda.

    Pemerintah akan menyediakan jalur sepeda terpisah, lingkungan lalu lintas yang rendah, dan parkir sepeda yang aman di daerah dengan tingkat obesitas yang tinggi, untuk memastikan orang-orang yang menderita obesitas lebih percaya diri untuk bersepeda.

    Kampanye sepeda Johnson adalah bagian dari strategi obesitas yang lebih luas yang diluncurkan oleh perdana menteri untuk membuat negara ini lebih aktif, lebih sehat, dan dengan diet makanan yang lebih baik.

    Pemerintah mengatakan kelebihan berat badan membuat orang yang terkena virus corona berisiko lebih tinggi terkena penyakit parah dan berpotensi mengancam jiwa serta membutuhkan perawatan intensif.

    "COVID-19 telah memberi kita semua peringatan tentang risiko dan jangka panjang dari kelebihan berat badan, dan perdana menteri jelas kita harus menggunakan momen ini untuk menjadi lebih sehat, lebih aktif dan makan lebih baik," kata juru bicara pemerintah.

    "Kami akan mendesak masyarakat untuk menggunakan momen ini untuk mengetahui bagaimana mereka menjalani hidup mereka, dan untuk mengambil langkah-langkah sederhana untuk menurunkan berat badan, menjalani hidup yang lebih sehat, dan mengurangi tekanan pada NHS (Layanan Kesehatan Inggris)."

    Warga melewati jalur sepeda selama wabah virus corona di London, Inggris, 16 Mei 2020. [REUTERS / Peter Nicholls]

    Pemerintah telah menyiapkan langkah-langkah dalam kampanye anti-obesitas, yakni larangan iklan junk food di TV hingga jam 9 malam; melarang iklan daring untuk makanan yang tidak sehat; larangan promosi "beli satu dapat satu" untuk makanan cokelat dan keripik kentang; menerbitkan jumlah kalori pada botol dan kaleng alkohol serta menu restoran.

    Bersamaan dengan langkah-langkah di atas, Johnson juga mendorong kampanye dengan bersepeda dan berjalan. Pemerintah mengklaim bersepeda adalah salah satu cara menjaga kesehatan paling efektif yang dapat dilakukan seseorang, dan penelitian menunjukkan bahwa bersepeda ke tempat kerja berisiko penyakit jantung lebih rendah 46% dibandingkan dengan bepergian dengan mobil atau angkutan umum.

    Pemerintah memperkirakan bahwa dua pertiga (63%) orang dewasa di Inggris memiliki berat badan di atas rata-rata, dengan kelebihan berat badan 36% dan obesitas 28%. Satu dari tiga anak di Inggris berusia 10 hingga 11 tahun kelebihan berat badan atau obesitas, dan anak-anak yang obesitas lima kali lebih mungkin tumbuh menjadi orang dewasa yang gemuk.

    Diperkirakan bahwa kelebihan berat badan dan kondisi terkait obesitas membebani NHS lebih dari 6 miliar poundsterling (Rp 112 triliun) setiap tahun. Hampir 900.000 orang di Inggris masuk rumah sakit terkait obesitas pada 2018-2019, dengan obesitas merupakan faktor risiko penyakit kronis termasuk diabetes tipe 2, beberapa kanker, penyakit hati, dan penyakit pernapasan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.