Sidang Kasus Pembunuhan Jamal Khashoggi di Turki Dimulai

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Saudi journalist Jamal Khashoggi, named TIME's Person of the Year 2018, is seen on the cover which named journalists, including Maria Ressa, a Filipina journalist, and a pair of Reuters journalists imprisoned by Myanmar's government, as its

    Saudi journalist Jamal Khashoggi, named TIME's Person of the Year 2018, is seen on the cover which named journalists, including Maria Ressa, a Filipina journalist, and a pair of Reuters journalists imprisoned by Myanmar's government, as its "Person of the Year," in this image released from New York, U.S., December 11, 2018. Courtesy Time Magazine/Handout via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan Turki membuka sidang kasus pembunuhan jurnalis Arab Saudi, Jamal Khashoggi, pada Jumat ini, 3 Juli 2020. Adapun sidang di Turki akan berfokus pada 20 pejabat Arab Saudi yang membantu pembunuhan tersebut.

    "Di bulan Maret, Jaksa Penuntut Turki mendakwa 20 pejabat Arab Saudi, termasuk dua di antaranya adalah ajudan dari Pangeran Arab Saudi, Mohammed bin Salman," sebagaimana dikutip dari kantor berita Al Jazeera.

    Khashoggi, sebagaimana diketahui, adalah jurnalis dan kolumnis Washington Post yang dibunuh ketika dirinya berkunjung ke Konsulat Arab di Istanbul, Turki, 2 Oktober 2018. Begitu ia memasuki kantor konsulat tersebut, untuk memperbarui dokumen-dokumennya, ia tidak pernah terlihat lagi wujudnya hingga sekarang.

    Otoritas Turki menyebut Khashoggi dimutilasi di gedung konsulat tersebut dan jenazahnya disembunyikan. Lokasi keberadaan jenazah Khashoggi belum diketahui hingga sekarang. Tunangan Khashoggi, Hatice Cengiz, berharap sidang di Turki akan mengungkap keberadaan jenazahnya.

    Dikutip dari Al Jazeera, salah satu yang didakwa dalam perkara Khashoggi adalah mantan Deputi Intelijen Arab Saudi, Ahmed al-Assiri. Ia didakwa sebagai figur yang menyusun rencana pembunuhan Khashoggi, termasuk susunan tim eksekutor.

    Selain Ahmed al-Assiri, terdakwa lainnya adalah Saud al-Qahtani, mantan Penasehat Media untuk Kerajaan Arab Saudi. Ia didakwa sebagai figur yang memimpin operasi pembunuhan Khashoggi.

    Terdakwa lainnya kebanyakan adalah bawahan dari operasi pembunuhan tersebut. Peneliti senior urusan Turki dari Amnesty International, Andrew Gardner, berkeyakinan figur-figur bawahan itu akan membuka banyak detil baru selama persidangan.

    "Persidangan ini adalah upaya Turki untuk menjaga kasus pembunuhan Khashoggi tidak hilang ditelan bumi. Persidangan ini juga tidak menggantikan investigasi yang dipimpin PBB sehingga harapannya bisa menjadi pelengkap," ujar Gardner.

    Terkait investigasi oleh PBB, dikabarkan bahwa mereka sudah menemukan bukti kredibel untuk mengaitkan Mohammed Bin Salman dengan pembunuhan Khashoggi. Agnes Callmard, salah satu investigator PBB, dikabarkan akan memberikan keterangan soal itu pada persidangan hari ini.

    Pemerintah Arab Saudi, sampai sekarang, menyangkal terlibat dalam pembunuhan Khashoggi. Mereka menyebutnya sebagai operasi terselubung yang dilakukan tanp sepengetahuan pemerintah.

    ISTMAN MP | AL JAZEERA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Anggaran Bansos Rp 31 Triliun untuk 13 Juta Pekerja Bergaji di Bawah Rp 5 Juta

    Airlangga Hartarto memastikan pemberian bansos untuk pekerja bergaji di bawah Rp 5 juta. Sri Mulyani mengatakan anggaran bansos hingga Rp 31 triliun.