Pakistan International Airlines Skors 141 Pilot Diduga Izin Palsu

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pesawat Pakistan International Airlines.[Aviation International News]

    Pesawat Pakistan International Airlines.[Aviation International News]

    TEMPO.CO, Jakarta - Maskapai penerbangan nasional Pakistan, Pakistan International Airlines (PIA), telah menulis surat kepada perwakilan asing dan regulator keselamatan global bahwa mereka telah menangguhkan 141 pilot yang diduga memiliki lisensi palsu.

    Langkah yang diumumkan pada Sabtu ini dilakukan setelah Menteri Penerbangan Pakistan Ghulam Sarwar Khan mengatakan pada Jumat bahwa pemerintah telah meminta berbagai maskapai penerbangan komersial, klub terbang, dan perusahaan penyewaan pesawat, untuk menskor total 262 pilot hingga penyelidikan terhadap mereka selesai.

    Hasil kajian pemerintah setahun lalu yang diungkap pada Kamis menyatakan 262 dari 860 pilot Pakistan yang aktif, mengantongi lisensi palsu atau curang saat melakukan ujian pilot.

    Pakistan Air Line Pilots Association pada Sabtu mempertanyakan keaslian daftar pilot berlisensi palsu dan meminta pengadilan untuk menyelidiki masalah tersebut, Reuters melaporkan, 27 Juni 2020.

    Badan-badan keselamatan dan transportasi global menyatakan keprihatinan tentang dugaan lisensi palsu dan mengatakan mereka sedang menyelidiki masalah ini. PIA menerbangkan sejumlah rute internasional, termasuk ke Amerika Serikat, Inggris, dan Eropa.

    Surat itu, yang ditandatangani oleh Kepala Eksekutif PIA Arshad Malik, berjanji bahwa maskapai itu akan tetap mematuhi semua standar keselamatan penerbangan dan standar peraturan.

    "Juga dipastikan bahwa semua pilot yang menerbangkan pesawat PIA memiliki lisensi asli yang disahkan oleh pemerintah Pakistan," kata salinan surat yang dikirim ke Kedutaan Besar AS di Islamabad.

    Sementara Al Jazeera sebelumnya melaporkan PIA telah menangguhkan 150 pilot setelah kecelakaan pesawat PIA yang menewaskan 98 orang di selatan Pakistan bulan lalu.

    Pesawat itu menabrak permukiman padat di dekat bandara pada percobaan pendaratan darurat kedua, menewaskan 97 dari 99 orang di dalamnya.

    Seorang anak, yang berada di salah satu dari 29 rumah yang hancur akibat kecelakaan itu, juga tewas, kata pejabat rumah sakit kepada Al Jazeera pada Sabtu.

    Juru bicara PIA mengatakan surat itu telah dikirim ke semua kepala misi asing di Pakistan serta regulator penerbangan internasional dan badan-badan pengawas keselamatan transportasi udara.

    Menteri Penerbangan Khan telah mengatakan langkah untuk menangguhkan pilot akan membantu menghilangkan kekhawatiran global dan menunjukkan kesalahan telah diperbaiki. Dia mengatakan lima pejabat dari otoritas penerbangan telah ditangguhkan karena bersekongkol dengan pilot yang diduga memperoleh izin palsu.

    Dalam pernyataan bersama, International Federation of Airline Pilots Associations dan International Federation of Air Traffic Controllers Associations menyerukan agar penyelidikan kecelakaan dilakukan sesuai standar internasional, dan menolak kesimpulan prematur berdasarkan informasi yang tidak lengkap atau spekulatif.

    Laporan investigasi awal, yang dirilis oleh Ghulam Sarwar Khan pada hari Rabu, mengatakan kecelakaan pesawat Pakistan International Airlines disebabkan "kesalahan manusia" oleh pilot pesawat dan pengontrol lalu lintas udara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    5 Catatan Larangan Pemakaian Kantong Plastik di DKI Jakarta

    Pergub DKI Jakarta tentang larangan pemakaian kantong plastik berlaku 1 Juli 2020. Ada sejumlah sanksi denda dan pencabutan izin usaha bila melanggar.