Foto Satelit Ungkap India Bangun Tembok Pertahanan di Perbatasan

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Foto satelit yang dirilis Maxar pekan ini menunjukkan India dan Cina sibuk membangun pertahanan di sepanjang perbatasan tepatnya di pegunungan Karakoram sepekan setelah perkelahian mematikan antar pasukan dari kedua negara.

    Beberapa foto satelit menunjukkan aktivitas baru berupa pembangunan di sepanjang sungai Lembah Galwan di sektor Ladakh, mengutip laporan Times of India, 27 Juni 2020.

    Di foto itu India tampak telah membangun tembok. Analis senior di perusahaan intelijen geospasial HawkEye 360, Chris Biggers, foto satelit menunjukkan India membangun tembok beton mengghadap pos pemantauan yang baru didirikan Cina.  Struktur tembok tampak sebagai penghalang dan berfungsi sebagai jaring pelindung saat posisi bertempur.

    "Kami juga melihat sedikit aktivitas di jalan, dengan truk yang melaju di kedua sisi sama halnya gerakan berbaris pasukan di sepanjang jalur baru," ujar Biggers.

    Sementara di seberang perbatasan India, Cina sibuk memperluas kamp di ujung jalan yang terhubung ke markas militer Cina yang jaraknya lebih jauh dari lokasi perkelahian kedua pasukan 15 Juni lalu.

    Apa yang dilakukan kedua negara saat ini di perbatasan, menurut beberapa pakar, telah membuat perjanjian yang dibuat setelah pecah perang antara Cina dan India tahun 1962.

    Pada Mei lalu sempat terjadi ketegangan antara Cina dan India setelah awal Mei lalu pasukan militer Cina menerobos masuk ke wilayah yang diawasi India di tiga tempat di Ladakh dan mendirikan tenda-tenda di sana.

    Peristiwa itu mendorong komandan pasukan India dan Cina bertemu pada 6 Juni lalu untuk membahas perjanjian guna meredakan ketegangan.

    Menurut Duta Besar Cina untuk India, Sun Weidong, kedua belah pihak sepakat untuk mendirikan pos pemantauan di sisi muara Lembah Galwan di Ladakh.

    Juru bicara Kementerian Luar Negeri India, Anurag Srivastava mengatakan, selama rapat pada 6 Juni itu kedua belah pihak telah seoaat untuk menghormati dan terikat pada Line of Actual Control atau LAC dan tidak melakukan aktivitas apapun untuk mengubah status quo di sana. Namun Srivastava tidak menjelaskan apakah kedua belah pihak sepakat untuk membangun post pemantauan.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lakon DPR, Jokowi, dan MK dalam Riwayat Akhir Kisah KPK

    Pada 4 Mei 2021, Mahkamah Konstitusi menolak uji formil UU KPK. Dewan Perwakilan Rakyat dan Presiden Jokowi juga punya andil dalam pelemahan komisi.