PM Inggris Berduka Atas Insiden Teror di Reading

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • PM Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers jarak jauh pertama tentang wabah virus corona (COVID-19), di London, Inggris, 25 Maret 2020. Johnson memiliki seorang tunangan yang tengah mengandung dan sedang menjalani isolasi mandiri. Andrew Parsons/10 Downing Street-REUTERS

    PM Inggris Boris Johnson berbicara selama konferensi pers jarak jauh pertama tentang wabah virus corona (COVID-19), di London, Inggris, 25 Maret 2020. Johnson memiliki seorang tunangan yang tengah mengandung dan sedang menjalani isolasi mandiri. Andrew Parsons/10 Downing Street-REUTERS

    TEMPO.COLondon -- Perdana Menteri Inggris, Boris Johnson, mengatakan dirinya terkejut dengan insiden penusukan di taman Kota Reading pada Sabtu pekan lalu.

    Media Inggris melaporkan tiga orang tewas dan sejumlah orang lainnya terluka dalam insiden ini. Sky News melaporkan pelaku diduga memiliki motif terorisme.

    “Hati dan pikiran saya berduka untuk orang-orang yang terdampak oleh insiden ini di Reading. Ucapan terima kasih saya kepada tim paramedis darurat yang tiba di lokasi,” kata Johnson lewat cuitan seperti dilansir Reuters pada Ahad, 21 Juni 2020.

    Medis Standard dari Inggris melaporkan polisi menginvestigasi kasus ini dengan dugaan motif terorisme.

    Saksi mata mengatakan seorang pria berlari memasuki taman Forbury Gardens di Kota Reading pada sekitar pukul tujuh malam pada Sabtu pekan lalu.

    Pria itu lalu mulai menyerang masyarakat dengan senjata tajam sebelum berusaha kabur.

    Seorang pria bernama Khairi Saadallah, 25 tahun, ditangkap di lokasi.

    Petugas keamanan Inggris mencurigainya sebagai seorang pencari suaka dari Libya dan mengalami gangguan mental.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.