Portugal Akan Beri Suaka Perlindungan ke 60 Pengungsi Anak

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang anak pengungsi menawarkan bunga kepada seorang polisi anti huru hara di sebelah sebuah kamp di kota Diavata di Yunani utara, Kamis, 4 April 2019. Puluhan anak-anak dan perempuan turut terjebak dalam bentrokan tersebut. REUTERS/Alexandros Avramidis

    Seorang anak pengungsi menawarkan bunga kepada seorang polisi anti huru hara di sebelah sebuah kamp di kota Diavata di Yunani utara, Kamis, 4 April 2019. Puluhan anak-anak dan perempuan turut terjebak dalam bentrokan tersebut. REUTERS/Alexandros Avramidis

    TEMPO.CO, Jakarta - Portugal memberikan suaka perlindungan pada sekitar 60 anak-anak di beberapa kamp pengungsian di Yunani, yang datang mengungsi ke Eropa sebatang kara. Ketua Partai Sosialis Portugal, Isabel Santos, menyebut keputusan ini karena kekhawatiran wabah virus corona menyerang kelompok rentan.

    Situs reuters.com mewartakan anak-anak yang diberi suaka itu diperkirakan akan tiba di Portugal dalam beberapa pekan ke depan, namun tanggal pastinya belum spesifik.

    Seorang pengungsi menggendong seorang anak saat berjalan di luar kamp di kota Diavata di Yunani utara, 5 April 2019. Bentrok terjadi saat polisi berupaya mencegah para pengungsi melintasi perbatasan dan meminta mereka kembali ke kamp mereka. REUTERS/Alexandros Avramidis

    Setidaknya ada 5.200 pengungsi yang datang mengungsi sendirian dan saat ini ditampung di kamp pengungsian di beberapa pulau di wilayah Aegean, Yunani. Banyak dari mereka dalam kondisi memprihatinkan.

    Lembaga HAM, Human Right Watch mengatakan otoritas Yunani belum cukup melakukan upaya dalam mengatasi kelebihan kapasitas di kamp pengungsian dan kurangnya akses perawatan kesehatan, air bersih, sanitasi dan produk-produk higienis lainnya. Pemerintah Yunani diimbau untuk melakukan upaya untuk menekan penyebaran virus corona di kamp-kamp itu.

    Portugal mengatakan akan memberikan suaka perlindungan pada beberapa anak-anak di kamp-kamp itu sebagai bagian dari skema sukarela Eropa yang akan merelokasi sekitar 1.600 pengungsi. Negara lain seperti Jerman, Irlandia, Prancis dan Luxembourg juga terlibat dalam inisiatif ini.

    Di Portugal ada 27.406 kasus virus corona. Dari jumlah itu, 1.126 kasus berakhir dengan kematian.

    Santos mengatakan saat ini penting bagi Eropa untuk merespon masalah pengungsi yang berkerumun di Yunani. Dia pun mengklaim skema relokasi sukarela Eropa sudah gagal.

    “Anak-anak ini dalam kondisi yang sangat buruk. Mereka tinggal di kamp-kamp pengungsian yang sesak dan banyak kasus mereka tinggal di tempat yang kelebihan hingga lima kali lipat daya tamping,” kata Santos.       

    Ratusan imigran dan pengungsi melarikan diri dari konflik dan kemiskinan di negara asal mereka seperti Suriah. Mereka menjadikan Yunani sebagai pintu masuk ke negara-negara Eropa.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tujuh Mitos Tentang Garam dan Bagaimana Cara Mensiasatinya

    Tidak makan garam bukan berarti tubuh kita tambah sehat. Ada sejumlah makanan dan obat yang kandungan garamnya meningkatkan risiko serangan jantung.