Pemilik Restoran Jual Mobil untuk Bayar Gaji Karyawan Saat Corona

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Vittles Restaurant di Smyrna, Georgia, AS.[Fox5Atlanta]

    Vittles Restaurant di Smyrna, Georgia, AS.[Fox5Atlanta]

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemilik restoran di Georgia, Amerika Serikat, menjual mobil Ford Mustang GT miliknya agar tetap bisa membayar upah karyawan di tengah kesulitan wabah virus Corona.

    Charity Salyers, pemilik Vittles Restaurant di Smyrna, menjual Ford Mustang yang dia beli hanya beberapa bulan yang lalu dengan uang tunai yang cukup untuk menutupi tagihannya dan membayar karyawannya selama sekitar satu bulan, dikutip dari Fox 5 Atlanta, 3 Mei 2020.

    "Saya agak terjebak, jadi saya berdoa dan kemudian pergi menjual mobil saya," kata Salyers. "Itu adalah Mustang GT 5.0, dengan cat permen apel merah yang sangat bagus."

    Vittles Restaurant adalah restoran lama di Smyrna dan sudah menyajikan makanan selatan tua selama lebih dari tiga dekade.

    Charity Salyers membeli tempat itu tahun lalu. Dia mengatakan hal-hal baru terjadi ketika pandemi melanda. Seperti semua restoran, dia terpaksa menutup pintunya.

    "Banyak klien kami yang berusia lanjut, mereka datang setiap hari, kadang-kadang dua kali sehari, dan mereka bergantung pada kami," kata Salyers.

    Salyers bahkan menyimpan masker dan gulungan tisu toilet untuk berjaga-jaga seandainya ada yang lewat membutuhkannya.

    Tetapi penjualan jauh menurun. Salyers mengatakan dia tidak punya uang untuk membayar karyawannya, tetapi dia tidak bisa membiarkan mereka kelaparan.

    Ford Mustang GT 5.0 milik Charity Salyers.[Fox5Atlanta]

    Charity biasanya memiliki 10 hingga 12 orang yang bekerja pada hari tertentu. Tetapi dengan bisnis menurun drastis dan terbatas pada pesanan antarmakanan di tengah penutupan COVID-19, ia mengurangi gaji dua karyawan dan dirinya sendiri.

    Tetapi alih-alih membiarkan stafnya pergi tanpa gaji, Charity Salyers memutuskan untuk menjual Ford Mustang GT 2016 dan menggunakan US$ 11.000 9Rp 164 juta) yang didapat dari penjualan untuk membayar delapan karyawannya dan membayar sewa, menurut Gulfnews.

    Selama krisis, pendapatan restorannya turun dari rata-rata US$ 3.500 (Rp 52 juta) menjadi hanya US$ 300 (Rp 4,4 juta). Untuk tetap bertahan dan mempertahankan gaji karyawan, dia membuat pilihan sulit untuk menjual mobil bertenaga V8.

    Mereka tidak menerima upah semestinya, tetapi setidaknya mereka menerima sesuatu, katanya.

    "Ketika dia kembali setelah menjual mobilnya, saya rasa saya menangis, dan dia tidak menangis sama sekali," kata Stacy Wingard, salah satu karyawan Charity. "Dia mengatakan kepada saya 'Stacy saya harus. Saya harus memastikan semua orang baik-baik saja'."

    "Dia tidak berusaha menghasilkan uang karena restoran ini tidak menghasilkan uang, dia hanya sangat peduli," kata Stacy Wingard.

    Para pejabat di berbagai tingkat pemerintahan di seluruh negara bagian AS melakukan pembatasan sosial, perintah tetap di rumah, serta penutupan bisnis-bisnis non-esensial, untuk mencegah penyebaran virus Corona di Amerika Serikat yang kini telah menginfeksi 1 juta lebih orang di AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.