Virus Corona di Inggris Memburuk Ekonomi Jadi Terpuruk

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) memindahkan jenazah korban virus Corona di Masjid Ghamkol Sharif, Birmingham, Inggris, 21 April 2020. Halaman masjid ini dijadikan tempat sementara untuk menyimpan jenazah korban virus Corona. REUTERS/Carl Recine

    Petugas yang mengenakan alat pelindung diri (APD) memindahkan jenazah korban virus Corona di Masjid Ghamkol Sharif, Birmingham, Inggris, 21 April 2020. Halaman masjid ini dijadikan tempat sementara untuk menyimpan jenazah korban virus Corona. REUTERS/Carl Recine

    TEMPO.CO, Jakarta - Pemerintah Inggris berada dalam tekanan setelah data yang diperlihatkan pada Jumat, 24 April 2020 angka kematian akibat virus corona di Inggris hampir menyentuh angka 20 ribu orang. 

    “Secara keseluruhan, kami akan mengambil keputusan berdasarkan ilmu pengetahuan yang terbaik dan saran kesehatan. Ini tidak akan menjadi kasus yang harus memilih apakah ekonomi atau kesehatan masyarakat,” kata Perdana Menteri Inggris Boris Johnson, seperti dikutip dari reuters.com.

    Sejauh ini Pemerintah Inggris masih menolak rencana-rencana untuk melonggarkan lockdown. Namun Inggris berada dalam tekanan untuk sedikit melunakkan lockdown karena bukti bencana ekonomi mulai terakumulasi.

    Petugas menyiapkan peti mati untuk memindahkan jenazah korban virus Corona di Masjid Ghamkol Sharif yang dijadikan kamar mayat sementara bagi jenazah korban virus Corona, di Birmingham, Inggris, 21 April 2020. Sementara itu, kasus virus Corona di Inggris telah lebih dari 130 ribu kasus per 22 April 2020. REUTERS/Carl Recine

    Angka penjualan sektor retail di Inggris pada Maret 2020 turun rekor terendah. Kendati terjadi panic buying menjelang lockdown, namun hal itu tidak cukup untuk mendongkrak penjualan untuk produk pakaian dan barang-barang lainnya.

    Beberapa proyeksi menyebut ekonomi Inggris kemungkinan akan terperosok ke resesi, bahkan setelah Kementerian Keuangan Inggris dan Bank Sentral Inggris segera membuat stimulus darurat. 

    Inggris telah menjadi negara paling parah kelima di dunia akibat penyebaran virus corona. Di atas Inggris adalah Amerika Serikat, Italia, Spanyol dan Prancis. 

    Beberapa ilmuwan menyebut angka kematian akibat COVID-19 baru mulai memperlihatkan penurunan kemungkinan dalam beberapa minggu ke depan. 

    Jika angka kematian akibat virus corona di Inggris tembus sampai 20 ribu orang, maka itu akan menjadi hal yang sangat tidak nyaman bagi pemerintah. Kepala Penasehat bidang ilmu pengetahuan di Inggris pada 17 Maret lalu mengatakan menekan angka kematian di bawah jumlah itu (20 ribu) adalah harapan semua orang. 

    Jumlah orang yang meninggal di rumah sakit di penjuru Inggris setelah hasil tesnya dinyatakan positif virus corona naik menjadi 19.506 orang. Dalam sehari, pernah terjadi sampai 684 orang yang meninggal karena virus mematikan itu. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pelonggaran Kembali PPKM: Aturan Baru WFO, Bioskop, dan Anak-anak

    Pemerintah kembali melonggarkan sejumlah aturan PPKM yang berlaku hingga 4 Oktober 2021. Pelonggaran termasuk WFO, bioskop, dan anak-anak di mall.