Pertama Kali Tak Ada Laporan Pasien COVID-19 Meninggal di Wuhan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Seorang wanita menggunakan masker saat akan melintasi barikade pembatas jalan usai meredanya pandemik virus corona atau Covid-19 di Wuhan, China, 5 April 2020.  REUTERS/Aly Song

    Seorang wanita menggunakan masker saat akan melintasi barikade pembatas jalan usai meredanya pandemik virus corona atau Covid-19 di Wuhan, China, 5 April 2020. REUTERS/Aly Song

    TEMPO.CO, Jakarta - Cina pada Selasa, 7 April 2020, melaporkan untuk pertama kali tidak ada pasien virus corona yang meninggal di Kota Wuhan. Kasus – kasus baru virus corona atau COVID-19 di negara itu juga turun setelah Cina menutup wilayah perbatasannya untuk WNA.   

    Dikutip dari reuters.com, Cina pada Senin, 6 April 2020 mengkonfirmasi ada 32 kasus baru virus corona. Jumlah itu turun dibanding sehari sebelumnya yang tercatat ada 39 kasus.

    Petugas keamanan menggunakan masker saat membongkar barikade usai meredanya virus corona atau Covid-19 di Wuhan, China, 5 April 2020. Warga Wuhan mulai beraktivitas kembali setelah pandemik Covid-19 mereda. REUTERS/Aly Song

    Komisi Kesehatan Cina menyebut ke-32 kasus baru itu semuanya diketahui baru bepergian dari luar negeri (imported infections). Jumlah infeksi virus corona karena imported infections di Cina saat ini 983 kasus.

    Di Ibu Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, ada dua kasus baru yang dilaporkan dalam 14 hari terakhir. Pada Rabu, 1 April 2020, untuk pertama kali setelah lockdown pada 23 Januari 2020, masyarakat Kota Wuhan boleh keluar dari kota itu.  

    Cina mengalami puncak wabah virus corona pada Februari 2020. Pemerintah Cina sekarang sedang memfokuskan pada kasus-kasus yang terinfeksi dari luar negeri dan pasien tanpa gejala virus corona namun bisa menularkan virus mematikan itu ke orang lain.

    Dalam upaya menghentikan penyebaran virus corona, Cina sudah menutup wilayah perbatasannya bagi WNA dan kasus pasien virus corona pada imported infections umumnya dialami oleh warga negara Cina yang di luar negeri pulang ke Cina. jumlah warga negara Cina di luar negeri yang pulang melalui bandara sekarang sudah berkurang jumlahnya dari 25 ribu orang pada akhir Maret 2020 menjadi sekitar 3 ribu orang per hari saat ini. Cina pada bulan ini juga mulai melakukan tes virus corona pada mereka yang baru pulang dari luar negeri.

    Di Cina, jumlah kasus virus corona per Senin, 6 April 2020 sebanyak 81.740. Sedangkan jumlah orang yang meninggal karena virus itu 3.331 orang.  

    Di Kota Wuhan, Cina, sejak Maret 2020, jumlah korban meninggal karena virus corona selalu ada setiap hari. Namun pada Senin, 6 April kemarin untuk pertama kali tidak ada kematian akibat COVID-19.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.