Tidak Bantu Italia Hadapi Corona, Presiden Uni Eropa Minta Maaf

Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengadakan konferensi pers yang merinci upaya Uni Eropa untuk membatasi dampak ekonomi dari wabah penyakit virus Corona (COVID-19), di Brussels, Belgia 2 April 2020. [REUTERS / Francois Lenoir / Pool]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Komisi Uni Eropa, Ursula von der Leyen, meminta maaf karena blok tidak memberikan bantuan kepada Italia untuk menghadapi virus Corona.

Pada Kamis, Ursula mengaku Uni Eropa tidak memberikan cukup solidaritas kepada Italia yang menderita kematian tertinggi virus Corona. Namun, dia berjanji Uni Eropa akan memberikan bantuan untuk pemulihan ekonomi.

Ada kecemasan yang meluas di Italia atas respons Eropa terhadap pandemi ini, dimulai dengan kegagalan awal untuk mengirim bantuan medis, diikuti oleh penolakan di antara negara-negara utara untuk mendukung ikatan bersama untuk mengurangi biaya pemulihan.

Dikutip dari Reuters, 3 April 2020, Partai Liga sayap kanan Italia mempertanyakan keanggotaan Italia dari blok Uni Eropa yang beranggotakan 27 negara, sementara orang-orang pro Eropa yang gigih telah menyatakan kekhawatirannya pada kurangnya empati dan dukungan.

Dalam pidato yang suram, Presiden Serbia Aleksandar Vucic mengatakan solidaritas Eropa hanyalah cerita dongeng ketika Uni Eropa menolak mengekspor peralatan medis untuk virus Corona atau COVID-19 ke Serbia.

"Solidaritas Eropa tidak ada. Itu adalah dongeng di atas kertas," kata Vucic setelah menyatakan keadaan darurat virus Corona di negaranya, dikutip dari majalah National Review, 17 Maret 2020. Serbia saat ini dalam proses pengajuan keanggotaan Uni Eropa.

Sebuah keranjang yang disiapkan oleh warga kurang mampu saat masa lockdown untuk menekan penyebaran virus corona atau Covid-19 di Naples, Italia, 30 Maret 2020. REUTERS/Ciro De Luca

Italia, yang telah mencatat lebih banyak kematian akibat virus Corona daripada negara lain, mengatakan pada hari Kamis jumlah korbannya telah meningkat 760 selama 24 jam terakhir menjadi 13.915, sedikit naik pada hari sebelumnya. Jumlah kasus infeksi baru stabil, meningkat 4.668 menjadi 115.242.

Dalam sebuah surat yang diterbitkan di harian Italia La Repubblica, Presiden Komisi Uni Eropa Ursula von der Leyen mengatakan terlalu banyak negara Uni Eropa yang awalnya berfokus pada masalah mereka sendiri.

"Mereka tidak menyadari bahwa kita hanya bisa mengalahkan pandemi ini bersama, sebagai satu kesatuan. Ini berbahaya dan bisa dihindari. Hari ini Eropa bersatu dengan pihak Italia," tulisnya dalam surat terbuka tersebut.

Awal pertengkaran utama adalah permintaan oleh Italia dan delapan negara lain untuk mengeluarkan "obligasi pemulihan" atas nama semua negara zona euro untuk membantu mendanai upaya membangun kembali ekonomi nasional yang diperkirakan akan terjun jauh ke dalam resesi.

Para pemimpin konservatif di negara-negara kaya seperti Jerman, Belanda, dan Austria sejauh ini enggan menerbitkan obligasi dengan negara-negara yang sangat berutang budi, seperti Italia.

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte berbicara kepada media ketika ia mengumumkan dekrit yang akan menutup bioskop, sekolah-sekolah untuk mengendalikan virus Corona, di Roma, Italia 4 Maret 2020. [REUTERS / Remo Casilli]

Perdana Menteri Italia Giuseppe Conte buka suara.

"Saya percaya bahwa setiap orang pada akhirnya akan menyadari bahkan di negara-negara itu bahwa respons Eropa yang dibagikan, tertib, kuat, dan cepat adalah satu-satunya solusi. Respons yang lambat akan menjadi respons yang tidak berguna," katanya kepada televisi Spanyol La Sexta.

Liga oposisi, partai paling populer di Italia, telah berjuang untuk mendapatkan banyak perhatian selama krisis virus Corona, dan telah membuka debat Uni Eropa untuk mendapatkan daya tarik yang lebih besar.

"Presiden Komisi von der Leyen telah meminta maaf hari ini ke Italia dan rakyat Italia. Dia bisa memikirkan ini lebih cepat. Dari Eropa, yang kita dapatkan hanyalah kata-kata dan asap: nol substansi,: tulis pemimpin Liga Matteo Salvini di Twitter.

Penasihat ekonomi partai itu, Claudio Borghi, mengunggah di Twitter poster era fasis dari Perang Dunia II tentang seorang prajurit Nazi yang tersenyum dengan slogan "Jerman benar-benar temanmu".

"Waktu berlalu tetapi taktiknya selalu sama," tulis Borghi.

Von der Leyen mengatakan kepada La Repubblica bahwa Uni Eropa akan mengalokasikan hingga 100 miliar euro (Rp 1.790 triliun) untuk negara-negara yang paling terpukul, dimulai dengan Italia, untuk membantu menutupi biaya upah yang hilang dan untuk mempertahankan pekerjaan.

Dia mengatakan Uni Eropa juga ingin memastikan bahwa "setiap euro masih tersedia dalam anggaran tahunan UE" dihabiskan untuk mengatasi krisis virus Corona.

Namun, dia tidak menyebutkan obligasi euro yang dicari oleh Roma.

Melihat betapa parahnya dampak virus Corona di Italia, krematorium di pusat keuangan Italia di Milan mengumumkan pada hari Kamis bahwa mereka tidak akan mengambil mayat lagi untuk sisa bulan April agar bisa membersihkan tumpukan peti mati.






Android Vs iPhone, Uni Eropa Putuskan Pilih Charging Port Tipe USB-C

18 jam lalu

Android Vs iPhone, Uni Eropa Putuskan Pilih Charging Port Tipe USB-C

Uni Eropa telah memutuskan, untuk yang pertama di dunia, menetapkan penggunaan koneksi kabel untuk pengisian daya atau charging port tunggal.


Investasi Uni Eropa di Jawa Tengah 4,9 Juta Dolar, Ganjar: Belum Banyak

1 hari lalu

Investasi Uni Eropa di Jawa Tengah 4,9 Juta Dolar, Ganjar: Belum Banyak

Nilai investasi dari negara anggota Uni Eropa di Jawa Tengah baru 4,9 US Dollar.


Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: Menentang Aborsi, Tak Setuju Eutanasia, Anti-LGBT

1 hari lalu

Perdana Menteri Italia Giorgia Meloni: Menentang Aborsi, Tak Setuju Eutanasia, Anti-LGBT

Perjalanan Giorgia Meloni perempuan pertama sebagai Perdana Menteri Italia. Ia menentang aborsi, tak menyetujui eutanasia, dan anti-LGBT.


Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

2 hari lalu

Tindak Keras Demonstran Kematian Mahsa Amini, Iran Bakal Dijatuhi Sanksi oleh 6 Negara Uni Eropa

Jerman, Prancis, Denmark, Spanyol, Italia, dan Republik Ceko mengajukan usulan sanksi Uni Eropa terhadap Iran karena menekan unjuk rasa Mahsa Amini


Uni Eropa Bakal Rapat untuk Bahas Masalah Energi dan Ukraina

2 hari lalu

Uni Eropa Bakal Rapat untuk Bahas Masalah Energi dan Ukraina

Para pemimpin negara Uni Eropa akan melakukan rapat membahas dukungan untuk Ukraina serta harga energi yang semakin melonjak.


Mantan Perdana Menteri Boyko Borissov Maju Lagi di Pemilu Bulgaria

2 hari lalu

Mantan Perdana Menteri Boyko Borissov Maju Lagi di Pemilu Bulgaria

Partai GERB milik mantan Perdana Menteri Boyko Borissov maju dalam pemilu hari Minggu kemarin. GERB diprediksi menang tipis


Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

2 hari lalu

Update Bocor Gas Metan Nord Stream : Bencana Gas Rumah Kaca dan Sabotase

Perkiraan terburuknya, kebocoran mencapai 778 juta meter kubik gas yang menyembur dari kedua pipa Nord Stream.


Dubes Uni Eropa: Pemanfaatan Hutan Bisa Capai Emisi Nol Bersih

4 hari lalu

Dubes Uni Eropa: Pemanfaatan Hutan Bisa Capai Emisi Nol Bersih

Kekayaan hutan di Indonesia dapat mengendalikan perubahan iklim, dan hutan menjadi faktor penting untuk mencapai emisi nol bersih.


Dubes Uni Eropa Sebut Tantangan Iklim di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

4 hari lalu

Dubes Uni Eropa Sebut Tantangan Iklim di Tengah Invasi Rusia ke Ukraina

Duta Besar Uni Eropa Vincent Piketmenyebut tantangan perubahan iklim di tengah invasi Rusia ke Ukraina salah satunya dengan cara sederhana, seperti penghematan energi.


Amplop Berisi Bubuk Putih Mencurigakan Ditemukan di Markas Komisi Eropa

5 hari lalu

Amplop Berisi Bubuk Putih Mencurigakan Ditemukan di Markas Komisi Eropa

Amplop penuh bubuk putih yang mencurigakan ditemukan di dekat kantor Presiden Komisi Eropa Ursula von der Leyen