Raja Thailand Isolasi Diri di Hotel Bersama 20 Perempuan

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, melambaikan tangan kepada warga saat berada di balkon Suddhaisavarya Prasad Hall di Grand Palace, Bangkok, 6 Mei 2019.  Penampilan ini merupakan yang kedua kali ketika publik dapat melihatnya secara langsung sejak penobatannya. REUTERS/Jorge Silva

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn, melambaikan tangan kepada warga saat berada di balkon Suddhaisavarya Prasad Hall di Grand Palace, Bangkok, 6 Mei 2019. Penampilan ini merupakan yang kedua kali ketika publik dapat melihatnya secara langsung sejak penobatannya. REUTERS/Jorge Silva

    TEMPO.CO, Jakarta - Raja Thailand Maha Vajiralongkorn diklaim mengisolasi diri dari virus Corona di hotel mewah di Jerman bersama 20 perempuan.

    Maha Vajiralongkorn, 67 tahun, yang bergelar Rama X dilaporkan tabloid Jerman Bild dirinya memesan semua kamar Grand Hotel Sonnenbichl di Bavaria setelah mendapat izin dari pejabat setempat, dikutip dari The Sun, 30 Maret 2020.

    Hotel ini seharusnya ditutup seperti yang lainnya di wilayah ini tetapi telah menerima "izin khusus" dari dewan distrik untuk mengakomodasi rombongan besar raja.

    Tidak jelas apakah keempat istri Raja Thailand juga tinggal di hotel bintang empat di kota resor Alpen, Garmisch-Partenkirchen.

    Situs Royal Central melaporkan Raja Maha Vajiralongkorn telah menghabiskan sebagian besar waktunya di Jerman yang memiliki rumah seharga US$ 12 juta (Rp 197 miliar) di Danau Starnberg.

    "Kantor distrik Garmisch-Partenkirchen memberikan Grand Hotel Sonnenbichl pengecualian karena para tamu adalah kelompok orang homogen tunggal tanpa fluktuasi," kata seorang juru bicara untuk kantor distrik mengkonfirmasi pemberian izin, dikutip dari Royal Central.

    Tidak ada tamu lain yang diizinkan menginap di hotel tersebut.

    Grand Hotel Sonnenbichl di Garmisch-Partenkirchen, Jerman.[ZUMAPRESS.com/New York Post]

    Meskipun ada beberapa pembatasan di daerah tersebut seperti jam malam, Raja Thailand telah terlihat di luar bersama beberapa perempuan dengan mengendarai sepeda.

    Juga dilaporkan bahwa Maha Vajiralongkorn mengirim 119 pelayan kembali ke Bangkok dengan pesawat terbang karena ia curiga mereka terinfeksi COVID-19.

    Banyak kritik bermunculan di internet atas sikap Raja Thailand selama krisis virus Corona melanda negerinya.

    Sebuah tagar yang diterjemahkan menjadi "Mengapa kita membutuhkan seorang raja?" muncul 1,2 juta kali di Twitter dalam 24 jam setelah berita dia berada di Jerman, lapor The Times.

    Namun, menurut hukum "lese majeste" menghina anggota keluarga kerajaan adalah kejahatan di Thailand dan seorang menteri pemerintah memperingatkan bahwa unggahan yang tidak pantas terhadap Raja Thailan dan anggota kerajaan lain dapat dihukum hingga 15 tahun penjara.

    Kedutaan Thailand di Berlin tidak menanggapi permintaan komentar atas klaim tabloid Bild.

    Istri keempat Raja, Ratu Suthida juga dikatakan menghabiskan sebagian besar waktunya di sebuah hotel mewah di Swiss. Tidak jelas apakah istri Raja Thailand tersebut masih tinggal di sana selama virus Corona melanda.

    Raja Thailand Maha Vajiralongkorn tidak membuat pernyataan atau tampil di publik sejak Februari, bahkan ketika Thailand mencatat 1.500 lebih kasus virus Corona dan sembilan kematian pada Senin, menurut data Johns Hopkins University.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.