Obat Virus Corona Menurut Presiden Belarus: Vodka, Sauna dan Hoki

Reporter:
Editor:

Istman Musaharun Pramadiba

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan), Presiden Belarus Alexander Lukashenko (tengah) dan Atlet Hoki es Vyacheslav Fetisov tersenyum usai menjalani pertandingan persahabatan di Bolshoy Ice Dome, Sochi, Rusia (4/1). (AP Photo/RIA-Novosti, Alexei Nikolsky, Presidential Press Service)

    Presiden Rusia Vladimir Putin (kanan), Presiden Belarus Alexander Lukashenko (tengah) dan Atlet Hoki es Vyacheslav Fetisov tersenyum usai menjalani pertandingan persahabatan di Bolshoy Ice Dome, Sochi, Rusia (4/1). (AP Photo/RIA-Novosti, Alexei Nikolsky, Presidential Press Service)

    TEMPO.CO, Jakarta - Belarus, negara yang berada di tengah Rusia dan Polandia, memilih santai dalam menghadapi pandemi virus Corona (COVID-19). Bahkan, Presiden Belarus, Alexander Lukashenko, punya resep sendiri untuk bertahan dari virus Corona. Tiga resep dari dia: hoki, vodka, dan sauna.

    Untuk membuktikan kata-katanya, pria yang sudah memimpin Belarus selama lebih dari 25 tahun itu membiarkan lokasi usaha tetap buka di Belarus. Selain itu, dirinya juga membiarkan liga sepakbola Belarus tetap dilangsungkan. Bahkan, Lukashenko menyempatkan diri ikut pertandingan hoki lokal pada akhir pekan lalu.

    "Menurut saya, lebih baik mati berdiri dibandingkan mati berlutut. Tidak ada obat virus yang lebih baik selain olahraga es," ujarnya sebagaimana dikutip dari CNN, Selasa, 31 Maret 2020.

    Sementara itu, soal anjuran melakukan sauna, Lukashenko mengklaim hal itu berdasarkan masukan pakar medis. Menurut pakar, kata ia, virus Corona akan mati dalam suhu di atas 60 derajat celcius.

    "Dan, ketika kamu berada di dalam Sauna, jangan cuma cuci tangan, tetapi minum juga vodka. Saya sendiri bukan peminum vodka, tapi saya rasa masih bisa ditolerir," ujarnya pede. Apabila mengacu pada sumber lain, tidak ada pakar yang memastikan bahwa suhu tinggi dan minuman beralkohol bisa menyembuhkan gejala virus Corona.

    Lukashenko menjelaskan, sikap pedenya terinspirasi oleh sikap Presiden Amerika Donald Trump. Ia menyukai pernyataan Trump soal pertumbuhan ekonomi tidak boleh mengalah terhadap virus Corona dan keyakinan bahwa virus tidak akan bertambah parah. "Sekarang kamu tahu kenapa saya tetap membiarkan pabrik buka," ujar Lukashenko.

    Ironisnya, Trump sudah berubah sikap. Terus meningkatnya jumlah kasus dan korban virus Corona di Amerika membuat Trump melunak. Ia berubah sikap soal penanganan virus Corona mulai dari pengangkatan pembatasan sosial hingga kerjasama dengan Cina. Per hari ini, total ada 163.429 kasus dan 3.008 korban meninggal akibat virus Corona di Amerika.

    Sebagai perbandingan, Belarus baru melaporkan ada 94 kasus virus Corona (COVID-19) di sana. Untuk korban meninggal, tidak ada. Namun, beberapa pihak khawatir bahwa angka tersebut bisa melonjak cepat jika tidak ditangani dengan serius. Rusia dan Polandia, yang menjepit Belarus, saja sudah mulai beraksi untuk mencegah pandemi virus Corona yang lebih parah.

    ISTMAN MP | CNN


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.