Virus Corona, Rusia Perketat Isolasi Ibu Kota Moskow

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan pakaian pelindung saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Putin menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya yang terpapar Covid-19 dengan menjenguk mereka di rumah sakit Kommunarka. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    Presiden Rusia Vladimir Putin mengenakan pakaian pelindung saat mengunjungi rumah sakit yang merawat pasien virus Corona di Moskow, Rusia, 24 Maret 2020. Putin menunjukkan kepeduliannya terhadap warganya yang terpapar Covid-19 dengan menjenguk mereka di rumah sakit Kommunarka. Sputnik/Alexey Druzhinin/Kremlin via REUTERS

    TEMPO.COMoskow – Otoritas Moskow, Rusia, bakal mulai mengenakan aturan pembatasan gerak publik atau isolasi mulai Senin, 30 Maret 2020 untuk menghambat penyebaran virus Corona.

    Wali Kota Moskow, Sergei Sobyanin, mengatakan warga hanya diperbolehkan pergi ke luar rumah untuk membeli makanan atau obat-obatan ke toko terdekat.

    Warga juga diizinkan untuk mendapatkan perawatan medis ke rumah sakit, menemani anjing jalan-jalan atau membuang sampah.

    “Secara bertahap , kami akan mengencangkan kontrol ini seiring kebutuhan dalam situasi seperti ini,” kata Sobyanin kepada media seperti dilansir Reuters, Ahad, 29 Maret 2020.

    Saat ini, otoritas Moskow masih mengizinkan warga untuk pergi bekerja. Namun, otoritas akan mengenakan sistem pengecekan dalam beberapa hari ke depan.

    Saat ini, Rusia hanya memiliki sedikit kasus kematian akibat virus Corona yaitu sembilan korban. Ada 1.534 kasus dengan tambahan 270 kasus baru pada Ahad.

    Sobyanin mengatakan wabah virus Corona memasuki fase baru setelah kasus infeksi melewati angka 1.000 kasus di ibu kota aja.

    Dia mengeluhkan banyak warga yang masih menganggap remeh rekomendasi pemerintah agar tetap tinggal di dalam rumah.

    Sobyanin mengatakan warga Moskow masih sering keluar rumah. Sekitar 52 ribu orang berjalan-jalan di taman kota pada Sabtu kemarin.

    Sejumlah warga manula juga masih menggunakan transportasi massal untuk perjalanan jarak jauh.

    “Situasi penyebaran virus Corona memasuki fase baru. Contohnya kota-kota di Italia, Spanyol dan bahkan New York, mengalami orang meninggal puluhan hingga ratusan setiap hari, di depan mata semua orang,” kata Sobyanin.

    Kepala Gereja Orthodox, Rusia,  meminta anggotanya untuk berdoa di rumah dan mengikuti instruksi pemerintah. “Sebelum ada anggota keluarga yang meninggal,” begitu pernyataan dari gereja.

    Patriarch Kirill dari Gereja Orthodox mengatakan,”Jangan datang ke gereja dulu.” Namun, sejumlah misa di Gereja Orthodox masih berjalan termasuk yang dipimpin Kirill.

    Sekitar 60 persen warga Rusia, yang berjumlah 144 juta orang menganggap diri mereka penganut Kristen Orthodox. Namun, jumlah orang yang beribadah di gereja menurun pada Ahad kemarin. Sebagian orang datang dengan mengenakan masker.

    Hingga kini, pemerintah Rusia telah menghentikan semua penerbangan internasional, menutup perbatasan, dan mengumumkan kebijakan kerja dari rumah mulai akhir pekan kemarin.

    Pemerintah juga meminta toko dan pusat hiburan di Moskow dan sejumlah daerah lain tutup.

    Hingga Ahad pekan lalu, seperti dilansir CNBC, sebanyak 670 ribu orang terinfeksi virus Corona di sekitar 200 negara. Sebanyak 31 ribu orang meninggal dunia. AS menempati urutan pertama dengan jumlah korban infeksi sebanyak 125 ribu orang, Italia 92 ribu, Cina 82 ribu, Spanyol 73 ribu dan Jerman 58 ribu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.