Dana Bantuan US$ 2 Trilyun Untuk Virus Corona Diteken, Ini Isinya

Presiden AS Donald Trump menyampaikan pengarahan singkat tentang virus Corona di Gedung Putih di Washington, AS, 17 Maret 2020. [REUTERS / Jonathan Ernst]

TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Donald Trump akhirnya meneken kebijakan dana bantuan US$ 2 triliun (Rp 32 Ribu Triliun) untuk penanganan virus Corona (COVID-19) di Amerika. Penandatanganan itu sendiri dilakukan beberapa jam setelah Parlemen menyetujui kebijakan dana bantuan terbesar yang pernah ada di Amerika tersebut.

Dengan nilai triliunan, ada banyak hal yang di-cover oleh dana bantuan tersebut. Beberapa di antaranya adalah usaha mikro dan kecil, bantuan langsung tunai kepada warga Amerika, bantuan untuk pengangguran, dan masih banyak lagi. Berikut beberapa poin penting yang dikutip dari CNN, Sabtu, 28 Maret 2020:

1. Bantuan Langsung Tunai
Salah satu poin penting dari kebijakan dana bantuan ini adalah bantuan langsung tunai untuk warga Amerika. Bagi warga Amerika yang hidup sendiri, akan mendapat santunan senilai US$1.200 (Rp19,2 juta).

Mereka yang sudah menikah mendapat US$2.400 (Rp38,4 juta) dan anak-anak di bawah usia 17 tahun mendapat US$500 (Rp8 juta). Untuk mereka yang berpendapatan di atas US$99 ribu (Rp1,5 miliar), tidak akan mendapat bantuan.

TOTAL: US$290 Miliar

2. Bantuan Pendidikan
Kebijakan dana bantuan ini akan membebaskan pelajar dari segala tengat pembayaran pinjaman hingga 30 September. Selain itu, juga akan ada alokasi untuk membantu institusi pendidikan yang terdampak pandemi virus Corona. 

TOTAL: US$30 Miliar

3. Bantuan Untuk Pengangguran
Kebijakan dana bantuan yang diteken Trump memastikan pengangguran akan mendapat US$600 (Rp9,6 juta) per minggu selama 4 bulan. Hal itu belum menghitung tunjangan yang biasanya diberikan, sekitar US$200 (Rp3,2 juta) hingga US$550 (Rp8,8 juta) per pekan, tergantung lokasi negara bagian.

Lebih lanjut, skema dana bantuan ini juga akan memberikan bantuan kepada mereka yang kehilangan pekerjaan akibat pandemi virus Corona. Salah satu di antaranya adalah pekerja lepas atau pekerja informal.

TOTAL: US$260 Miliar

4. Dana Pinjaman Usaha
Uang senilai US$500 miliar (Rp 8 Ribu Triliun) bisa dicairkan dan dibagikan sebagai pinjaman atau investasi untuk usaha yang membutuhkannya di tengah pandemi virus Corona. Rinciannya, US$25 miliar (Rp4 Ribu Triliun) untuk maskapai penerbangan komersil, US$4 miliar (Rp64 triliun) untuk maskapai penerbangan kargo, US$17 (Rp272 triliun) miliar untuk usaha di bidang keamanan, dan US$454 miliar (Rp 7 Ribu Triliun) untuk jenis usaha lainnya.

Beberapa syarat yang harus dipenuhi untuk mendapatkan dana ini. Beberapa contoh di antaranya adalah masa pinjaman tidak boleh lebih dari 5 tahun dan usaha harus mempertahankan 90 persen tenaga kerjanya. Untuk pejabat negara yang memiliki usaha, misalnya Presiden Amerika Donald Trump, mereka tidak akan diizinkan untuk mendapatkan dana bantuan tersebut.

TOTAL: US$500 Miliar

Seorang perempuan berjalan sambil mengenakan masker di sekitar Wall Street di New York, Amerika Serikat. Reuters

5.Dana Bantuan untuk Rumah Sakit
Rumah sakit dan tenaga medis tidak ketinggalan mendapat dana bantuan. Kebijakan dana bantuan yang diteken Trump memastikan rumah sakit akan mendapat kurang lebih US$117 miliar untuk meningkatkan pelayanannya, termasuk kesediaan APD (Alat Pelindung Diri), obat-obatan, dan peralatan medis seperti ventilator. 

Angka di atas belum menghitung untuk penyediaan vaksin serta operasional Pusat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Amerika (CDC). Kedua unsur itu, masing-masing, mendapat US$11 miliar dan US$4,3 miliar. 

TOTAL: US$132 Miliar. 

6.Dana Bantuan untuk Supplai Makanan
Uang sebanyak US$450 juta disiapkan untuk program bantuan darurat ketersediaan makanan. Rinciannya, US$350 juta untuk membeli bahan makanan pokok dan sisanya untuk proses distribusi.

TOTAL: US$450 Juta

7.Evakuasi Warga Amerika
Upaya evakuasi warga Amerika, terutama yang berada di negara terdampak virus Corona, juga menjadi bagian dari kebijakan dana bantuan Amerika. Uang senilai US$324 juta disediakan untuk itu. Berdasarkan data dari Kementerian Luar Negeri Amerika, setidaknya ada 13.500 orang yang meminta bantuan untuk dievakuasi.

TOTAL: US$324 Juta

8.Bantuan untuk Imigran, Diplomat, dan Sukarelawan.
Dana bantuan Amerika juga akan memperhatikan kondisi sukarelawan, imigran, serta diplomat yang berjuang di tengah pandemi virus Corona. Sebagai contoh, Peace Corps, salah satu organisasi sukarelawan terbesar di Amerika, akan mendapat dana bantuan senilai US$88 juta.

Contoh lain, bagi program diplomatik, Amerika menyediakan dana bantuan sebesar US$324 juta untuk kelanjutanya. Sementara itu, untuk bantuan terhadap pengungsi serta imigran, disiapkan US$350 juta.

Hingga berita ini ditulis, Amerika berada di puncak negara paling terdampak virus Corona (COVID-19). Tercatat ada 100.717 kasus dan 1.544 korban meninggal akibat virus Corona di Amerika.

Catatan Redaksi: Beberapa bagian dari berita ini kami lengkapi dan data terbaru untuk memudahkan pembaca.

ISTMAN MP | CNN | REUTERS






Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

6 jam lalu

Airlangga Sebut Jokowi Ingin Penanganan Inflasi seperti Pengendalian Covid-19

Jokowi ingin pengendalian inflasi dilakukan secara bersama-sama antara pemerintah pusat dan daerah.


Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

22 jam lalu

Malaysia Cabut Wajib Masker di Pesawat

Kementerian Kesehatan Malaysia mengeluarkan kebijakan baru tidak lagi mewajibkan penumpang menggunakan masker dalam pesawat terbang.


Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

1 hari lalu

Sri Mulyani: Luka yang Disebabkan Pandemi Covid-19 ke Ekonomi Sangat Dalam

Sri Mulyani menjelaskan, masalah utama pandemi Covid-19 adalah terancamnya jiwa manusia.


Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

1 hari lalu

Selalu Waspada Covid-19, Perhatikan Beda Gejala Batuk dan Flu Biasa

Covid-19 dan flu memiliki gejala yang serupa, namun terdapat perbedaan antara keduanya. Perlu memperhatikan perbedaannya.


Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

2 hari lalu

Dunia Melihat Indonesia sebagai Negara Super Power Mini, Apa Maksud Luhut

Luhut Binsar Panjaitan menceritakan beberapa pakar ekonomi di Amerika Serikat memuji kondisi perekonomian Indonesia.


Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

2 hari lalu

Ancaman Resesi Global 2023, Luhut: Kita Harus Kompak Hadapi Keadaan

Luhut Binsar Panjaitan meminta Indonesia harus kompak menghadapi ancaman resesi global 2023.


Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

2 hari lalu

Daftar 14 Samsat Keliling Jakarta, Depok, Tangerang, dan Bekasi Hari Ini

Polda Metro Jaya membuka layanan Samsat Keliling di 14 wilayah Jakarta, Depok, Tangerang dan Bekasi (Jadetabek) untuk hari ini.


Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

2 hari lalu

Kanada Hapus Aturan Covid-19 untuk Pelancong

Pemerintah Kanada mengumumkan akan segera mencabut semua pembatasan perjalanan Covid-19.


Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

3 hari lalu

Batuk Berkepanjangan, Hati-hati Gejala Long COVID-19

Pakar menjelaskan batuk kronik berkepanjangan hingga beberapa bulan dapat mengindikasikan penyintas mengalami long COVID-19.


Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

3 hari lalu

Warga China Kritisi Kebijakan Nol Covid, Dorong Keterbukaan

Warga China minta para ahli epidemi berbicara dan pemerintah melakukan penelitian komprehensif dan transparan untuk meninjau kebijakan nol Covid.