Penerbangan Terakhir Singapore Airlines dapat Tarian Terima Kasih

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Enam mahasiswi asal Singapura memberikan tarian sebagai wujud terima kasih kepada Singapore Airlines karena menyelamatkan mereka dari lockdown. Sumber: Facebook/nzschoolofdance/asiaone.com

    Enam mahasiswi asal Singapura memberikan tarian sebagai wujud terima kasih kepada Singapore Airlines karena menyelamatkan mereka dari lockdown. Sumber: Facebook/nzschoolofdance/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Penyebaran virus corona atau COVID-19 telah mendorong banyak negara menutup perbatasan dan membatalkan penerbangan. Situasi ini telah menjadi pukulan telak bagi industri penerbangan dunia, termasuk Singapore Airlines yang harus melakukan penerbangan terakhir sebelum Selandia Baru lockdown.

    Sekelompok mahasiswi asal Singapura dalam penerbangan terakhir Singapore Airline dari Selandia Baru menuju Singapura menari bersama sebagai bentuk ucapan terima kasih kepada para awak pesawat. Mereka menarikan lagu Maori.

    Singapore Airlines atau SIA mengurangi layanan penerbangan hingga 96 persen, akibat penutupan perbatasan negara-negara yang mereka layani, akibat wabah virus corona. Foto: @singaporeair

    Dikutip dari asiaone.com, para mahasiswi itu berasal dari Sekolah Tari Selandia Baru di Wellington. Tarian mereka yang sederhana dan rapi mendapat pujian dari masyrakat Selandia Baru dan Singapura.

    Rekaman video mengenai hal ini diunggah oleh Sekolah Tari Selandia Baru pada 26 Maret lalu. Dalam rekaman itu terlihat ada enam mahasiswi berdiri di depan kabin dan memberikan semangat kepada para awak lewat lagu Maori lengkap dengan tarian simboliknya.  

    Keenam mahasiswi yang menari itu adalah Haruka Chan, Zi Yue Woo, Romaine Lee, Timothy Ching, Cherie Wong dan Courtney Lim. Keenamnya terbang menggunakan penerbangan terakhir Singapore Airline dari Selandia Baru untuk pulang ke negara asal mereka, Singapura.

    Selandia Baru belum lama ini mengumumkan berstatus lockdown terhitung mulai 26 Maret 2020 sampai satu bulan ke depan. Semua sekolah diliburkan sejak 24 Maret lalu demi menekan penyebaran virus corona atau COVID-19.

    “Kami ingin membagi tarian sekolah kami untuk berterima kasih kepada awak pesawat yang berkerja sangat bagus yang mau membawa kami pulang dalam penerbangan selama 10 jam atau mereka menyebutnya penerbangan penyelamatan, yakni untuk menyelamatkan kami,” kata salah seorang mahasiswi.

    Rekaman video itu beredar di media sosial. Para mahasiswi tersebut mendapat komentar positif dari para pengguna media sosial.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Permohonan Pengembalian Biaya Perjalanan Ibadah Haji 2020

    Pemerintah membatalkan perjalanan jamaah haji 2020. Ada mekanisme untuk mengajukan pengembalian setoran pelunasan Biaya Perjalanan Ibadah Haji.