Tolak Disumpah, Anwar Ibrahim Tinggalkan Pengadilan

Oleh :
  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO Interaktif, Bukit Mertajam, Malaysia: Penasehat Partai Keadilan Rakyat Datuk Seri Anwar Ibrahim masih menolak untuk bersumpah di bawah Al-Quran meskipun beberapa kelompok meminta Anwar melakukan itu guna membersihkan namanya.

    Dia mengatakan telah disarankan oleh para ulama untuk tidak melakukan hal itu sebagai bantahan atas tuduhan sodomi yang melawannya di Pengadilan Syariah. “Saya tegaskan itu pada pengadilan dan hukum Syariah,” katanya kepada para wartawan setelah mengunjungi ruang operasional Wanita PKR di Sungai Semambu, Sabtu (23/8).

    “Jika saya meledakkan manusia dengan bom, membunuh orang, saya bersumpah tidak melakukannya. Bagaimana itu bisa dibiarkan? Hal itu sudah diinvestigasi dan proses pengadilan sudah berjalan,” katanya seperti yang dilansir Bernama.

    “Sumpah merupakan satu hal, namun investigasi juga harus diungkap,” sembari menunjukkan sumpah yang semestinya dilakukan Wakil Perdana Menteri Datuk Seri Najib Tun Razak atas hubungannya dengan model berdarah Mongolia, Altantuya Shaariibuu, yang terbunuh pada 2006.

    Dalam kampanye kecil di Permatang Pauh, sebuah kota kecil di Penang, Anwar menduga kuat Najib memiliki hubungan dengan perempuan tersebut.

    Mantan pembantu Anwar, Mohd Saiful Bukhari Azlan (23 tahun) menuduh Anwar, mantan bosnya, menyodomi dirinya dan telah disumpah dengan Al-Quran untuk menguatkan pernyataannya di Federal Territory Mosque di Kuala Lumpur pada 15 AgusTUS.

    BOBBY CHANDRA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.