Putri Vladimir Putin Jadi Kepala Peneliti Kecerdasan Buatan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Katerina Tikhonova, 33 tahun, putri Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sumber: Business Insider

    Katerina Tikhonova, 33 tahun, putri Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sumber: Business Insider

    TEMPO.CO, Jakarta - Katerina Tikhonova, 33 tahun, putri bungsu Presiden Rusia, Vladimir Putin, ditunjuk menjadi Kepala Institut Kecerdasan Buatan di Universitas Negeri Moskow, Rusia pada Jumat, 28 Februari 2020. Terpilihnya Tikhonova dikonfirmasi oleh Lembaga itu. 

    Tikhonova merupakan lulusan S2 ilmu fisika dan matematika. Dia juga dikenal jago menari akrobatik dan rock ‘n’ roll. 

    Katerina Tikhonova, 33 tahun, putri Presiden Rusia, Vladimir Putin. Sumber: Screenshot Russia TV Channel/themoscowtimes.com

    Tikhonova sebelumnya sudah menduduki posisi senior di Universitas Negeri Moskow selama beberapa tahun dan menjalankan sejumlah proyek yang didanai oleh masyarakat. Yayasan milik Tikhonova, Innopraktika, menjelaskan Institut Kecerdasan Buatan adalah sebuah Lembaga baru yang akan memperhatikan masalah-masalah kecerdasan buatan dengan fokus pada penelitian dan praktik kognitif. 

    Universitas Negeri Moskow akan menerima uang dari pemerintah sebesar 890 juta rubel atau Rp 194 miliar untuk pengembangan program tahun ini. Surat kabar Vedomosti menuliskan sekitar 10 penelitian baru akan didanai oleh pemerintah Rusia, namun belum diketahui berapa banyak porsi yang akan digelontorkan untuk Institute Kecerdasan Buatan Universitas Negeri Moskow yang sekarang dipimpin oleh putri Presiden Rusia. 

    Meski nama Tikhonova sudah beberapa kali diberitakan media, namun Presiden Putin tak pernah mengkonfirmasi atau menyangkal identitas dua nama putrinya dari pernikahannya yang pertama. Alasannya demi keamanan.      


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.