Awak Pesawat Korean Air Tertular Virus Corona

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • TEMPO.CO, Jakarta - Satu orang awak pesawat Korean Air terkonfirmasi positif terjangkit virus corona. Maskapai itu pada Selasa, 25 Februari 2020 membenarkan hal ini dan muncul dorongan agar Korean Air menutup kantornya yang ada di dekat Bandara Internasional Incheon, tempat dimana awak kabin itu pernah berada. 

    Juru bicara maskapai yang berbicara kepada wartawan mengatakan Badan Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Korea Selatan atau KCDC juga mengkonfirmasi pegawai maskapai itu terkonfirmasi terkena virus corona. Detail rute yang dilayani dan nomor penerbangan, khususnya identitas awak pesawat itu, tidak dipublikasi.

    Petugas medis membawa pasien terinfeksi virus corona di Chuncheon, Korea Selatan, 22 Februari 2020. Sebanyak 7 orang meninggal akibat virus corona dan ratusan lainnya terinfeksi. Yonhap via REUTERS

    Presiden Korea Selatan, Moon Jae-in, mengatakan situasi yang terjadi di negaranya (penyebaran virus corona) sangat mengerikan. Jumlah pasien dengan kasus virus corona terus merangkak naik hingga menyentuh angka 977 orang. Kondisi ini dengan cepat menimbulkan ketakutan di kalangan masyarakat, yang dikhawatirkan akan seperti Wuhan, sebuah Kota di Cina yang diduga menjadi tempat penyebaran virus corona.   

    Jumlah korban meninggal karena virus corona di Korea Selatan per Selasa, 25 Februari 2020, sebanyak 10 orang dan ada 144 pasien baru yang terjangkit virus corona. Masyarakat Daegu wajib menjalani masa karantina, dimana mereka yang melanggar bakal dikenai denda 2 juta won atau sekita Rp 22 juta.    

    Sebagian besar mereka yang terinfeksi virus corona tinggal di Kota Daegu. Presiden Moon mengunjungi Kota Daegu untuk pertama kali sejak virus mematikan itu menyebar di sana. 

    Moon mengatakan beberapa pekan ke depan akan menjadi waktu pertempuran menghentikan penyebaran virus corona. Dalam kunjungannya, Moon meyakinkan para penduduk Kota Daegu bahwa Pemerintah Korea Selatan tidak akan mengisolasi kota itu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Pedoman WHO Versus Kondisi di Indonesia untuk Syarat New Normal

    Pemerintah Indonesia dianggap belum memenuhi sejumlah persyaratan yang ditetapkan WHO dalam menjalankan new normal.