India Bakal Beli Helikopter Tempur Rp 41 T dari Amerika

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump mengunjungi rumah mendiang Mahatma Gandhi. Sumber: Thesatorireport.com

    Presiden Donald Trump mengunjungi rumah mendiang Mahatma Gandhi. Sumber: Thesatorireport.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Amerika Serikat Donald Trump pada Selasa, 25 Februari 2020, mengumumkan India akan membeli dari negaranya peralatan militer senilai US$ 3 miliar atau Rp 41 triliun. Diantara peralatan yang dibeli adalah beberapa helikopter penyerang.

    Dikutip dari reuters.com, India dan Amerika Serikat sedang memperdalam hubungan kerja sama pertahanan dan perdagangan yang juga bagian dari upaya menyeimbangkan dengan kekuatan Cina di kawasan. Trump menyebut, kedua negara membuat kemajuan besar dalam kesepakatan dagang.

    Trump akan membuka stadion kriket terbesar di dunia dengan pidato di hadapan kerumunan India minggu depan. [Atul Loke/The New York Times]

    Presiden Trump mengunjungi India pada Senin dan Selasa, 25 Februari 2020. Pada hari pertama kedatangannya, Trump mendapat sambutan meriah yang dipusatkan di stadion olahraga kriket yang disebut dengan acara Namaste Trump. Lebih dari 100 ribu orang memenuhi stadion itu. 

    Pada hari kedua, Trump melakukan pembicaraan tatap muka dengan Perdana Menteri Modi yang diikuti pertemuan tingkat delegasi. Pertemuan tersebut mencoba menyelesaikan sejumlah permasalahan yang membelah kedua negara itu, khususnya sengketa dagang. 

    Presiden Trump menyebut kunjungan bilateralnya ke India telah berjalan produktif dengan dicapainya sejumlah kesepakatan untuk membeli helikopter untuk militer India. Pemerintah India membeli helikopter 24 SeaHawk dari produsen Lockheed Martin yang dilengkapi dengan rudal Hellfire seharga US$ 2,6 miliar atau Rp 36 triliun. India juga disebut berencana membeli enam helikopter Apache.

    India melakukan modernisasi militernya untuk mempersempit kesenjangan dengan Cina. India juga telah meningkatkan pembelian peralatan militernya ke Amerika Serikat yang sebelumnya membeli ke Rusia. Presiden Trump pun mengklaim kedua negara juga membuat kemajuan dalam bidang perdagangan. 

    “Tim di kedua negara telah membuat kemajuan yang sangat besar dan komprehensif dibidang kesepakatan dagang. Saya optimis kami dapat mencapai sebuah kesepakatan yang akan sangat baik bagi kedua negara,” kata Trump. 

    Dalam pertemuannya dengan Perdana Menteri Modi, yang disebutnya sahabat baik, Trump menyebut keduanya membahas pentingnya mengamankan jaringan telekomunikasi 5G di India. Amerika Serikat sebelumnya telah memblokir Huawei atas dugaan bisa dijadikan mata-mata oleh Cina. Tuduhan itu dibantah oleh Beijing dan Huawei.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.