Israel dan Palestina Siaga Virus Corona, Kenapa?

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    Para pemilik toko mengenakan masker untuk mencegah tertular virus Corona, ketika menunggu seorang pelanggan di jalan perbelanjaan Dongseong-ro di pusat Daegu, Korea Selatan 21 Februari 2020. [REUTERS / Kim Hong-Ji]

    TEMPO.COYerusalem – Otoritas Israel dan Palestina berupaya meredam kekhawatiran warga soal merebaknya wabah virus Corona.

    Ini terjadi setelah sejumlah peziarah Kristen dari Korea Selatan, yang telah mengunjungi sejumlah lokasi di Tanah Suci ini, belakangan diketahui terinfeksi virus Corona.

    Ada sembilan turis, yang terbukti terinfeksi virus Corona atau COVID-19, setelah mereka kembali ke Korea Selatan.

    Mereka telah mengunjungi sejumlah gereja di Yerusalem seperti Church of the Holy Sepulchre dan Cave of the Patriarchs di wilayah Tepi Barat, yang dikontrol Israel, menurut kementerian Kesehatan Israel.

    Kementerian lalu melansir jadwal perjalanan kelompok peziarah tadi dan mengatakan akan melakukan investigasi epidemiologi untuk melacak potensi penyebaran virus.

    “Kementerian memerintahkan siapapun yang berada dalam jarak dekat dengan kelompok ini untuk melapor dan tinggal di rumah selama 14 hari untuk dimonitor kesehatannya,” begitu dilansir Reuters pada Ahad, 23 Februari 2020. 

    Secara terpisah, kementerian Kesehatan Palestina mengeluarkan instruksi serupa di wilayah Palestina.

    Kementerian Luar Negeri Israel telah menggelar pertemuan darurat untuk mengkaji dampak kedatangan peziarah yang terinfeksi virus Corona ini.

    Seperti dilansir sebelumnya, pemerintah Korea Utara menyatakan kesiagaan tertinggi menyusul merebaknya infeksi virus Corona dalam beberapa hari terakhir. Ini terjadi setelah virus Corona ini menginfeksi jamaah Kristen di daerah Daegu, Seoul selatan, yang dikenal sebagai sekte.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Cara Memberlakukan Kebijakan Pembatasan Sosial Berskala Besar

    Presiden Joko Widodo telah menandatangai PP No 21 Tahun 2020 yang mengatur pelaksanaan Pembatasan Sosial Berskala Besar menghadapi virus corona.