WHO Sebut Virus Corona sebagai Musuh Publik Dunia Nomor 1

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Reuters

    Direktur Jenderal WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus. Reuters

    TEMPO.COJenewa – Direktur Jenderal Lembaga Kesehatan Dunia atau WHO, Tedros Adhanom Ghebreyesus, mengatakan wabah virus Corona merupakan “Musuh Publik Nomor 1” di dunia saat ini.

    Penyebaran virus Corona ini pertama kali terdeteksi di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, pada Desember 2019.

    Ghebreyesus mendesak semua negara termasuk negara berkembang untuk mengembangkan cara deteksi dan pencegahan penyebaran virus ini. Dia mengatakan ada sedikitnya 30 negara memiliki sistem kesehatan yang lemah. Ini membuat negara-negara ini terancam kekacauan jika wabah virus Corona menyebar.

    “Virus seperti ini bisa menimbulkan konsekuensi jauh lebih berbahaya dibandingkan tindakan teroris manapun,” kata Ghebreyesus seperti dilansir Channel News Asia mengutip Reuters pada Rabu, 12 Februari 2020.

    Ghebreyesus melanjutkan,”Jika publik dunia tidak ingin terbangun dan menganggap virus ini sebagai Musuh Publik Nomor 1, maka saya pikir kita tidak belajar apapun.”

    Komisi Kesehatan Nasional Cina telah melansir virus Corona ini telah menimbulkan korban jiwa baru pada Selasa sebanyak 94 orang sehingga total korban tewas sebanyak 1.113 orang.

    Mayoritas korban tewas ini berada di Kota Wuhan, Provinsi Hubei, Cina, yang menjadi lokasi pertama penyebaran virus ini. Sebanyak 24 negara lain juga mendeteksi virus ini menjangkiti turis dan warganya yang baru saja datang dari Wuhan atau Singapura.

    Tim ahli dari WHO telah tiba di Cina pada Senin malam. Tim telah menggelar pertemuan keesokan harinya untuk berbagai informasi soal sampel virus dan mendorong percepatan riset pengembangan vaksin.

    “Vaksi baru akan siap dalam 18 bulan lagi. Jadi kita harus melakukan semuanya menggunakan semua senjata yang ada untuk melawan virus ini sambil menyiapkan vaksinnya,” kata dia.

    Saat ini, kata dia, 99 kasus infeksi virus Corona terjadi di Cina. “Namun, ini tetap menjadi ancaman kesehatan bagi publik dunia.,” kata Ghebreyesus di hadapan sekitar 400 peneliti dan otoritas nasional di Beijing, Cina.

    Secara terpisah, Channel News Asia melansir ada tiga orang warga CIna yang terinfeksi virus Corona di Malaysia namun telah dirawat dan diizinkan pulang karena dianggap kondisinya telah membaik secara penuh. Ketiga pasien ini merupakan balita empat tahun, dan dua pria dewasa berusia 40 tahun dan 60 tahun.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Kemendikbud, yang Diperhatikan Saat Murid Belajar dari Rumah

    Solusi menghambat wabah Covid-19 diantaranya adalah belajar dari rumah dengan cara menghentikan sekolah biasa dan menggantinya dengan sekolah online.