Sidang Pemakzulan Trump, Partai Demokrat Lakukan Upaya Terakhir

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts bersumpah pada para senator selama awal prosedural persidangan pemakzulan Presiden AS Donald Trump di Ruang Senat di US Capitol di Washington, AS, 16 Januari 2020. [REUTERS / US TV Senat / Selebaran via Reuters]

    Ketua Mahkamah Agung Amerika Serikat John Roberts bersumpah pada para senator selama awal prosedural persidangan pemakzulan Presiden AS Donald Trump di Ruang Senat di US Capitol di Washington, AS, 16 Januari 2020. [REUTERS / US TV Senat / Selebaran via Reuters]

    TEMPO.CO, Jakarta - Anggota parlemen dari Partai Demokrat melakukan upaya terakhir mendesak Senat Amerika Serikat untuk menjatuhkan dakwaan terhadap Presiden Donald Trump. Sidang permohonan pemakzulan Trump memasuki sisa dua hari sebelum penutupan dan dilakukan pemungutan suara. 

    Dalam sidang, Senin, 3 Februari 2020, para pemimpin di Senat dan tim hukum Presiden Trump sama-sama diberikan waktu dua jam untuk menyampaikan pidato penutupan. 

    Senator mengisi daftar untuk menandakan mereka telah disumpah untuk sidang pemakzulan Trump, Kamis, 16 Januari 2020. Pada hari pembukaan sidang pemakzulan Clinton pada tahun 1999, setelah para senator disumpaj, mereka dipanggil ke depan kamar Senat untuk menandatangani sebuah daftar yang menandakan bahwa mereka telah mengambil sumpah untuk menjadi juri. Setiap senator kemudian diberi pena yang ia gunakan untuk menandatangani daftar sebagai kenang-kenangan atau suvenir untuk mengingat momen bersejarah.[Senate TV/CNN]

    Adam Schiff, Ketua Kongres Amerika Serikat dari Partai Demokrat, mengajukan permohonan yang berapi-api dalam penutupan sidang, dengan mengatakan bahwa setiap suara - bahkan satu suara saja oleh satu anggota - dapat mengubah sejarah. Dalam sidang permohonan pemakzulan itu, masing-masing anggota senat mendapat kesempatan mengutarakan pendapat selama 10 menit terkait hukuman yang seharusnya dikenakan pada Presiden Trump.  

    Untuk menjatuhkan hukuman terhadap Presiden Trump dalam sidang Senat, dibutuhkan 67 suara anggota Senat. Trump sebelumnya sudah mendapat dua dakwaan dari DPR Amerika Serikat dan Lembaga itu telah memutuskan memakzulkan Trump. Dalam Senat Amerika Serikat saat ini, ada 53 anggota Senat dari Partai Republik, partai pendukung Trump di kursi presiden. 

    “Saya tidak bisa memberikan suara menjatuhkan hukuman (pada Trump). Konstitusi memberikan kemungkinan pemakzulan, namun tidak menuntutnya dalam semua hal,” kata anggota Senat dari Alaska, Lisa Murkowski, Senin sore, yang mantap tidak ingin mendongkel Trump dari kekuasaan.          

    Sebelumnya pada Jumat, 31 Januari 2020, Partai Demokrat gagal menghadirkan saksi baru dan dokumen ke persidangan. Pemungutan suara untuk langkah selanjutnya akan nasib Trump bakal dilakukan pada Rabu sore, 5 Februari 2020 waktu setempat, dimana ini akan menjadi titik penentu bagi Partai Demokrat untuk kasus ini.

    Usai sidang permohonan pemakzulan Trump pada Senin itu, tiga anggota Senat dari Partai Demokrat yang mencalonkan diri sebagai presiden Amerika Serikat bergegas meninggalkan Kota Washington ke Lowa, di mana kontes pertama dalam proses pencalonan presiden berlangsung Senin malam. Sidang permohonan pemakzulan Trump akan dilanjutkan pada Selasa, 4 Februari 2020. 

    CBSNEWS | SAFIRA ANDINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Jokowi Memilih Status PSBB, Sejumlah Negara Memutuskan Lockdown

    Presiden Joko Widodo atau Jokowi memutuskan PSBB. Hal itu berbeda dengan sejumlah negara yang telah menetapkan status lockdown atau karantina wilayah.