Ilmuwan Cina Temukan Cara Baru Penularan Virus Corona Lewat Feses

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Petugas kesehatan memberikan pertolongan kepada pasien suspect virus Corona saat simulasi penanganan medis di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat, 31 Januari 2020. RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi salah satu rumah sakit di Kepulauan Riau yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan virus asal Wuhan, China tersebut. ANTARA

    Petugas kesehatan memberikan pertolongan kepada pasien suspect virus Corona saat simulasi penanganan medis di RSUD Raja Ahmad Tabib, Tanjungpinang, Kepulauan Riau, Jumat, 31 Januari 2020. RSUD Raja Ahmad Tabib menjadi salah satu rumah sakit di Kepulauan Riau yang ditunjuk oleh pemerintah sebagai rumah sakit rujukan dalam penanganan virus asal Wuhan, China tersebut. ANTARA

    TEMPO.CO, Jakarta - Ilmuwan Cina menemukan virus Corona dalam feses milik pasien terinfeksi di sebuah rumah sakit di Shenzhen, Cina. Temuan itu diduga dapat menjadi cara baru penularan terhadap virus corona yang mematikan.

    Sebelumnya, pakar kesehatan di Cina meyakini bahwa penyebab utama penularan virus hanya melalui udara dan kontak secara langsung dengan penderita setelah terpapar virus Corona.

    Namun, baru - baru ini ditemukan adanya jejak virus Corona dalam sampel tinja ketiga pasien di Rumah Sakit Shenzhen. Hal itu dibuktikan dengan adanya penelitian terhadap sampel feses atau kotoran penderita virus Corona.

    Zhang Qiwei, seorang profesor kesehatan di Southern Medical Univerity itu mengungkapkan ada kemungkinan virus Corona dapat ditularkan melalui feses. Setelah memasuki usus dan berkembang biak, kemudian dapat tertular melalui sentuhan tangan.

    Ia juga menambahkan virus dapat tertular melalui penggunaan toilet secara bersama dan dapat membahayakan orang - orang di sekitar.

    Namun, Feng Luzhao, seorang peneliti dari Pusat Pengendalian dan Pencegahan Penyakit Chinse mengatakan penyelidikan lebih lanjut diperlukan untuk membuktikan penularan melalui metode ini.

    Ia mengatakan temuan baru ini hanya mengindikasikan virus dapat bereplikasi dan ada di saluran pencernaan. Dia juga terus mengingatkan kepada pasien penderita untuk sering mencuci tangan.

    Jejak virus Corona juga ditemukan pada feses seorang pria berusia 35 tahun asal Amerika Serikat yang baru saja bepergian ke Wuhan, tempat pertama kali ditemukannya wabah virus itu.

    Otoritas Cina mengatakan hingga saat ini, kasus yang telah dikonfirmasi telah menyebabkan setidaknya 361 korban tewas dan lebih dari 17 ribu kasus terinfeksi virus mematikan di Cina.

    Organisasi Kesehatan Dunia menemukan virus Corona tetap stabil berada di feses manusia yang terinfeksi diare hingga empat hari. Hal ini dapat berkontribusi untuk penyebaran penyakit.

    ASIAONE | SAFIRA ANDINI


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Ketahui, Syarat Sebelum Melakukan Perjalanan atau Traveling Saat PPKM

    Pemerintah menyesuaikan sejumlah aturan PPKM berlevel, termasuk syarat traveling baik domestik maupun internasional.