Laki-laki di Inggris Kritis karena Kebiasaan Menggigit Kuku

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Steven MacDonald, 50 tahun, punya kebiasaan menggigit kuku hingga berdampak fatal. Sumber: SWNS/mirror.co.uk

    Steven MacDonald, 50 tahun, punya kebiasaan menggigit kuku hingga berdampak fatal. Sumber: SWNS/mirror.co.uk

    TEMPO.CO, Jakarta - Steven MacDonald, 50 tahun, seorang mantan tukang pos di Inggris, dalam kondisi kritis setelah jarinya terinfeksi karena kebiasaannya menggigit kuku. MacDonald mengungkap kisahnya ke publik agar menjadi peringatan bagi orang lain yang punya kebiasaan menggigit kuku yang menurut beberapa orang 'tidak berbahaya'. 

    MacDonald dilarikan ke rumah sakit hanya beberapa hari setelah jari telunjuk kirinya membengkak dan berubah menjadi hijau. Kondisi jarinya itu pun diunggahnya. 

    Steven MacDonald, 50 tahun, punya kebiasaan menggigit kuku hingga berdampak fatal. Sumber: SWNS/mirror.co.uk

    MacDonald menggigiti kukunya hampir sepanjang hidupnya. Awalnya jari telunjuk kirinya itu diberi magnesium sulfat oleh seorang apoteker untuk menyembuhkannya. Akan tetapi, jarinya terus membengkak. Empat hari kemudian, tunangannya Karen Peat, 47, melihat ruam pada jari pasangannya mulai menyebar dari jari ke area atas lengannya.

    Peat membawa MacDonald ke Rumah Sakit Universitas Monklands, Airdrie, Lanarkshire Utara, Skotlandia, di mana pasangan itu mendapati kenyataan MacDonald didiagnosa paronychia akut, yakni infeksi kulit di sekitar kuku. 

    Luka di kuku itu menyebar dan tim medis melakukan operasi darurat untuk menyelamatkan hidup MacDonald. 

    "Awalnya kami tidak khawatir karena jarinya juga pernah mengalami sedikit pembengkakan karena kebiasaan menggigit kuku, tetapi ketika kondisinya semakin buruk dan dia menunjukkan ruam itu, saya benar-benar mulai panik. Saya tahu itu cukup serius, jadi saya membawanya ke rumah sakit setempat. Dokter memeriksanya dan dia masuk dalam antrian A&E. Setelah memberinya suntikan antibiotik yang kuat, mereka memberi tahu kami bahwa kami harus langsung pergi ke Glasgow Royal Infirmary untuk menjalani operasi darurat. Mereka memberi tahu kami bahwa jika kami membiarkannya beberapa jam lagi, ia mungkin sudah mati. Mengerikan sekali, saya sangat takut,” kata Peat, ibu dua anak yang berkerja di tempat perawatan, Coatbridge, dekat Glasgow, Skotlandia. 

    "Saya sudah mengatakan kepadanya bahwa jangan pernah menggigit kukunya lagi, itu tidak layak," lanjutnya 

    MacDonald dirawat di bangsal bedah plastik, di Glasgow Royal Infirmary, pada 6 Januari 2020. Operasi untuk menyelamatkan nyawanya berlangsung selama dua jam. Operasi itu berhasil menghilangkan daging yang terinfeksi, dan MacDonald dirawat selama empat hari.

    Terlepas dari kemungkinan kukunya tidak akan pernah tumbuh kembali, MacDonald tetap berpikiran positif. 

    "Cobaan ini telah mengajarkan saya sebuah pelajaran besar, untuk setiap penggigit kuku di luar sana, silakan tarik jari Anda dengan gigi Anda! Saya tidak pernah memiliki masalah seperti itu sebelumnya, pengalaman itu membawa saya pada hidup dan mati. Saya tidak bercanda tentang hal itu sampai saya keluar dari ruang operasi. Saya tergoda menggigit jari beberapa kali sejak itu, karena sudah menjadi kebiasaan saya selama puluhan tahun, tetapi saya sudah mengatakan pada diri saya untuk tidak melakukannya. Sekarang karena aku tidak menggigiti mereka, kuku saya tumbuh sangat cepat,” kata MacDonald.

    Galuh Kurnia Ramadhani | mirror.co.uk


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Peta Bencana Sejumlah Sudut Banjir Jakarta di Akhir Februari 2020

    Jakarta dilanda hujan sejak dini hari Rabu, 25 Februari 2020. PetaBencana.id melansir sejumlah sudut yang digenangi banjir Jakarta hingga pukul 15.00.