Wabah Virus Corona, Host Minta Maaf Video Makan Sup Kelelawar

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Wang Mengyun meminta maaf karena memposting video tentang makan kelelawar.[People's Daily / Twitter / Express.co.uk]

    Wang Mengyun meminta maaf karena memposting video tentang makan kelelawar.[People's Daily / Twitter / Express.co.uk]

    TEMPO.CO, Jakarta - Selebritas internet dan host program travel Cina meminta maaf mempromosikan sup kelelawar setelah wabah virus Corona menyebar.

    Wang Mengyun, host acara travel online, menulis di microblog-nya dia tidak tahu kalau virus Corona menyebar dari kelelawar.

    Pada 2017, Wang Mengyun tampil di video travelnya dan menyebut bahwa sup kelelawar adalah makanan yang lezat, dikutip dari South China Morning Post.

    "Saya tidak tahu selama pembuatan film bahwa ada virus seperti itu," tulis Wang pada Rabu. "Saya baru menyadarinya baru-baru ini."

    Dia mengatakan video itu direkam di Palau, sebuah negara kepulauan di Pasifik barat, sekitar tiga tahun lalu, ketika dia dan timnya sedang syuting program pariwisata dan mencoba beberapa hidangan lokal, termasuk sup kelelawar.

    Dalam video itu, Wang dan seorang perempuan Cina lainnya memegang kelelawar dan tersenyum di depan kamera.

    "Kelelawar rasanya sangat segar, seperti daging ayam," katanya.

    Makan kelelawar telah dikaitkan dengan penyebaran penyakit virus Corona.[Weibo / Twitter/Express.co.uk]

    Dalam unggahannya minggu lalu, Wang mengatakan dia hanya mencoba memperkenalkan kehidupan orang-orang lokal.

    "Saya tidak tahu bahwa kelelawar adalah tempat penyimpanan utama virus...Saya benar-benar tidak memeriksa informasi atau menjelaskan sifat bahayanya," katanya.

    Video itu dihapus tetapi diunggah kembali oleh pengguna internet Cina setelah kasus penyakit mirip pneumonia muncul di kota Wuhan, Cina tengah, akhir tahun lalu.

    Menurut Komisi Kesehatan Nasional melaporkan sudah ada 2.510 kasus di seluruh dunia dengan 80 kematian di Cina.

    Sementara para pejabat kesehatan dan peneliti berjuang untuk menentukan asal-usul virus, para ilmuwan dari Chinese Academy of Sciences mengatakan pada hari Jumat bahwa genom virus Corona 96 persen identik dengan kelelawar.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.