Cina Tutup 70 Ribu Bioskop karena Kasus Virus Corona

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Staf medis bersumpah sebagai anggota

    Staf medis bersumpah sebagai anggota "tim serangan" dalam perang melawan pneumonia terkait virus corona di sebuah rumah sakit di Wuhan, Provinsi Hubei, China tengah, 22 Januari 2020. [Xinhua/Cheng Min/Global Times]

    TEMPO.CO, Beijing - Pemerintah Cina menutup sekitar 70 ribu bioskop pasca merebaknya penyebaran virus Corona, yang menyebabkan ratusan orang menderita sakit pneumonia dan sebagiannya meninggal.

    “Bioskop yang tutup termasuk dari merek utama seperti Wanda, CGV, Bona, Lumiere Pavilions, Jinyi, dan Dadi,” begitu dilansir Hollywood Reporter pada Kamis, 23 Januari 2020.

    Pada saat yang sama, rencana peluncuran sejumlah film besar di Cina pada Sabtu, 25 Januari 2020 ini juga telah dibatalkan. Ini merupakan hari pertama peringatan Hari Raya Imlek atau Tahun Baru Cina.

    Keputusan ini dilakukan setelah minat masyarakat turun pasca merebaknya virus Corona.

    Tahun baru Cina merupakan pekan peluncuran film blockbuster terbesar dunia, yang bisa menghasilkan pendapatan hingga US$1 miliar atau sekitar Rp13.6 triliun.

    Sejumlah film besar yang awalnya bakal diluncurkan adalah film komedi aksi Detective Chinatown 3, komedia Lost in Russia, film olahraga Leap, film aksi The Rescue, dan film animasi keluarga Boonie Bears: The Wild Life.

    Pemerintah Cina, seperti dilansir Reuters, telah menutup dua kota besar yang menjadi pusat penyebaran atau epidemik virus Corona yaitu Wuhan dengan sekitar 11 juta penduduk dan Huanggang sekitar 7.5 juta.

    Penyebaran virus Corona ini mulai terdeteksi pada Desember 2020 di Kota Wuhan. Penyakit ini diduga menyebar lewat pasar ternak di sana, yang menjual berbagai daging hewan seperti kelelawar hingga koala.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Virus Korona COVID-19 Hantam Ekonomi Indonesia pada Maret 2020

    Dampak Virus Korona terhadap perekonomian Indonesia dipengaruhi kondisi global yang makin lesu. Dunia dihantam coronavirus sejak Desember 2019.