Pernikahan di India Ditunda, Ini Penyebabnya

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Pernikahan di India dibatalkan karena ayah calon pengantin laki-laki dan ibu calon pengantin perempuan kawin lari. Sumber: New York Post.

    Pernikahan di India dibatalkan karena ayah calon pengantin laki-laki dan ibu calon pengantin perempuan kawin lari. Sumber: New York Post.

    TEMPO.CO, Jakarta - Ayah dari calon pengantin laki-laki dan ibu dari calon pengantin perempuan di India, dilaporkan hilang sejak 10 Januari 2020. Keduanya diduga kawin lari. 

    Kasus ini mendapat sorotan luas sebab kedua orang tua itu harusnya saling besanan setelah masing-masing anak dari pasangan itu berpacaran dan akan menikah pada Februari 2020. 

    Identitas lengkap laki-laki dan perempuan yang seharusnya saling berbesan itu, dirahasiakan. Kasus ini sudah dilaporkan ke polisi dengan harapan aparat kepolisian melacak keberadaan mereka.

    Ilustrasi polisi India. Sumber: Red Car, Police Car, Car Logo

    Dikutip dari ndtv.com, salah satu saudara pasangan itu menceritakan ayah dari calon pengantin laki-laki dan ibu dari calon penganting perempuan itu sudah saling kenal sejak keduanya masih anak-anak. Mereka tinggal di lingkungan yang sama hingga si perempuan pindah ke tempat lain setelah menikah. 

    “Sejak mereka bertemu lagi, mungkin saja mereka memutuskan untuk menyalakan kembali cinta lama mereka dan memutuskan kawin lari,” kata sumber tersebut. 

    Ketika kedua keluarga sibuk mempersiapkan pernikahan anak mereka, yang dijadwalkan pada pekan kedua Februari 2020, ibu dari calon penganting perempuan dan ayah calon pengantin lak-laki itu malah melakukan kawin lari. Suami dari ibu calon pengantin perempuan yang kawin lari itu mengatakan keluarganya dibikin malu dengan kejadian ini 

    Akibat kejadian ini, pernikahan yang sudah dijadwalkan pun, ditunda. Kedua keluarga melaporkan masalah ini ke polisi.  


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    PTM Lahirkan Klaster Covid-19 di Sekolah, 3 Provinsi Catat Lebih dari 100 Gugus

    Kebijakan PTM mulai diterapkan sejak akhir Agustus lalu. Namun, hanya anak 12 tahun ke atas yang boleh divaksin. Padahal, PTM digelar mulai dari PAUD.