Keunggulan Rudal Supersonik BrahMos yang Mau Dibeli Filipina

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rudal Brahmos merupakan rudal supersonik dengan jarak jangkau menengah buatan militer India dan Rusia. Sputnik News

    Rudal Brahmos merupakan rudal supersonik dengan jarak jangkau menengah buatan militer India dan Rusia. Sputnik News

    TEMPO.CO, Jakarta - Filipina akan menjadi pembeli pertama dua sistem rudal jelajah supersonik BrahMos India ketika kontrak akan diteken pada Mei 2020.

    Menurut laporan Defense World, 14 Januari 2020, Menhan Filipina Delfin Lorenzana mengatakan berencana membeli BrahMos pada Desember kemarin setelah rudal tersebut akan dijual ke luar negeri.

    BrahMos adalah rudal jelajah, yang berarti dapat diarahkan ke target berbasis darat atau laut yang telah ditentukan sebelumnya, menurut Indian Express. Dengan kemampuan untuk mencapai kecepatan 2,8 kali suara atau Mach 2.8 (3.000 km per jam), BrahMos diklasifikasikan sebagai rudal jelajah supersonik. Versi yang lebih baru dalam pengembangan ditujukan untuk terbang dengan kecepatan lebih besar dari Mach 5 dan disebut rudal jelajah hipersonik. Selain mengurangi waktu reaksi musuh, kecepatan yang lebih tinggi juga secara substansial mengurangi kemungkinan rudal dicegat.

    Nama BrahMos sendiri berasal dari akronim nama sungai Brahmaputra dan Moskva. BrahMos diproduksi oleh BrahMos Aerospace, sebuah perusahaan gabungan yang didirikan oleh DRDO dan Mashinostroyenia dari Rusia pada tahun 1998. Versi pertama rudal jelajah supersonik BrahMos masuk layanan Angkatan Laut India pada tahun 2005, dipasang pada kapal perang India, INS Rajput.

    Menurut situs pembuat Brahmos, BrahMos Aerospace, BrahMos adalah rudal dua tahap dengan mesin berbahan bakar padat pada tahap pelepasan pertama yang bisa membawa rudal dengan kecepatan supersonik. Kemudian tahap kedua menggunakan mesin berbahan bakar cair yang membawa hulu ledak sampai kecepatan Mach 3. Bukan hanya kecepatan supersonik, rudal BrahMos juga dilengkapi dengan fitur kendali dan teknologi siluman untuk menyulitkannya dideteksi musuh. Selain itu rudal ini memiliki kemampuan terbang rendah yang sulit dideteksi radar.

    BrahMos merupakan rudal multiplatform, dapat ditembakan dari kendaraan peluncur, kapal laut, kapal selam, dan pesawat. Rudal ini dapat terbang rendah 5 m di atas permukaan laut atau sea-skimming dan terbang tinggi hingga ketinggian 14.000 m. Kemampuan terbang dengan kecepatan tinggi dan sea-skimming membuat BrahMos sulit diatasi dengan pertahanan udara kapal, terlebih BrahMos mampu bermanuver pada kecepatan tinggi sebelum menabrak target. Yang lebih menakutkan lagi, BrahMos dapat membawa hulu ledak nuklir. Hulu ledak konvesional yang dapat dibawa seberat 200-300 kg. wikipedia.org

    Saat ini BrahMos bisa diluncurkan dengan dua sistem peluncuran: sistem peluncuran pada kapal dan sistem peluncuran berbasis darat. Rudal BrahMos akan terus dikembangkan untuk bisa diluncurkan dari kapal selam dan pesawat.

    India telah lama menginginkan rudal jelajah BrahMos menjadi produk ekspor senjata India, yang berpotensi membuat India sebagai produsen senjata utama dunia. Menurut Sputnik, India mengincar pasar Asia Tenggara dan Timur Tengah.

    Sebelumnya Vietnam dikabarkan tertarik membeli rudal BrahMos, namun Vietnam terlanjur membeli sistem rudal Russian Bastion dengan rudal Onyx. Akhirnya, Filipina adalah negara pertama yang akan membeli rudal BrahMos setelah menteri pertahanannya menyatakan tertarik dengan rudal produksi India tersebut.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.