Mata-mata Irak, Suriah Bantu AS Bunuh Jenderal Qassem Soleimani

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Trump mengakui ia mengesahkan serangan presisi terhadap komandan dinas keamanan dan intelijen Iran, Qassem Soleimani karena ia merencanakan serangan terhadap Amerika. cnn.com

    Trump mengakui ia mengesahkan serangan presisi terhadap komandan dinas keamanan dan intelijen Iran, Qassem Soleimani karena ia merencanakan serangan terhadap Amerika. cnn.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Mata-mata Irak dan Suriah membantu pasukan Amerika Serikat membunuh komandan pasukan elit Iran, Jenderal Qassem Soleimani. 

    Berdasarkan penjelasan sejumlah penyelidik kasus kematian orang nomor dua paling berkuasa di Iran itu, mata-mata Suriah telah membuntuti Soleimani dan memasok informasi kepada pasukan AS di Baghdad. 

    Berawal ketika Soleimani tiba di bandara internasional Damaskus dengan mengendarai mobil dengan dikawal 4 tentara dari pasukan Garda Revolusi Iran. Mobil yang mereka kendarai parkir di dekat tangga yang mengarah ke pesawat Cham Wings Airbus A320 untuk terbang ke Baghdad, Irak. 

    Menurut laporan karyawan maskapai penerbangan Cham Wings, nama Soleimani dan 4 pengawalnya tidak ada dalam daftar manifes penumpang. Soleimani tidak mau menggunakan pesawat pribadi karena meningkatnya kekhawatiran tentang keselamatan jiwanya, menurut seorang pejabt keamanan Irak.  Soleimani menjadi penumpang terakhir yang masuk ke dalam pesawat. 

    Pesawat yang ditumpangi jenderal yang memimpin operasi militer mengusir milisi organisasi teroris internasional ISIS dari Irak dan Suriah, tiba di bandara internasional Baghdad pada 3 Januari 2020 jam 12.30 larut malam, menurut keterangan dua petugas bandara sebagaimana dilaporkan Reuters dan Al Al Arabiya, 9 Januari 2020. 

    Soleimani dan para pengawalnya keluar dari pesawat langsung ke landasan pacu pesawat, melewati bea cukai. 

    Sekutu terdekatnya, Abu Mahdu Muhandis sebagai wakil ketua Unit Mobilisasi Popular Irak menunggu di luar pesawat dan dua lelaki lainnya menunggu di dalam kendaraan lapis baja. Beberapa tentara mengawal Soleimani pindah ke mobil SUV lapis baja. Kedua kendaraan itu berjalan beriringan menuju jalan utama keluar dari bandara. 

    Sesaat kemudian dua roket AS menerjang kendaraan yang membawa Soleimani dan Muhandis sekitar jam 12.55 malam. 

    Roket berikutnya menerjang mobil SUV yang membawa pasukan pengawal Soleimani.
    Jenderal Soleimani dan Muhandis tewas seketika akibat serangan roket yang dimuntahkan dari drone militer AS.

    Dalam tempo beberapa jam dari serangan, aparat keamanan Irak melakukan penyelidikan dan menutup semua akses ke lokasi peristiwa serangan rudal tersebut. Aparat memeriksa pesan singkat dari staf bandara yang berjaga di malam itu.

    Interogasi dengan sejumlah aparat keamanan bandara dan pegawai Cham Wings juga dilakukan. 

    Penyelidikan lembaga Keamanan Nasional memberikan indikasi kuat bahwa jaringan mata-mata di dalam bandara Baghdad telah membocorkan secara rinci isu keamanan yang sensitif tentang ketibaan Soleimani kepada pasukan AS.

    Dua aparat keamanan bandara Baghdad dan dua kru Cham Wings diduga sebagai mata-mata pasukan AS. Dua kru maskapai Cham Wings yang diduga sebagai mata-mata pasukan AS beroperasi di bandara Damaskus untuk membantu pembunuhan jenderal Quassem Soleimani
     


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Curah Hujan Ekstrem dan Sungai Meluap, Jakarta Banjir Lagi

    Menurut BPBD DKI Jakarta, curah hujan ekstrem kembali membuat Jakarta banjir pada 23 Februari 2020.