KBRI Fasilitasi Indonesianis Rusia yang Rindu Indonesia

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Sebanyak 90 orang Indonesianis lepas rindu pada Indonesia dengan berkumpul di wisma KBRI Moskow. Sumber: KBRI Rusia

    Sebanyak 90 orang Indonesianis lepas rindu pada Indonesia dengan berkumpul di wisma KBRI Moskow. Sumber: KBRI Rusia

    TEMPO.CO, Jakarta - Sebanyak 90 orang Indonesianis Rusia pada Selasa, 10 Desember 2019, memenuhi Wisma Duta KBRI Moskow untuk melepaskan rasa rindu terhadap Indonesia atau bernostalgia. Indonesianis adalah sebutan bagi WNA yang mencintai Indonesia. 

    Kehadiran para Indonesianis pada pertemuan seperti ini sebagai bagian dari nostalgia para Indonesianis terhadap Indonesia.

    KBRI Moskow dalam keterangan menjelaskan mereka yang datang tidak hanya dari generasi lanjut usia yang mengenal dan mendalami Indonesia sejak awal kemerdekaan Republik Indonesia, tetapi juga generasi milenial. Di antara mereka ada yang mengenakan pakaian batik.

    Profesi para Indonesianis tersebut dari berbagai kalangan, seperti pengusaha, akademisi, perwakilan organisasi kemasyarakatan, pecinta seni budaya, dan kalangan perguruan tinggi. Di antara yang hadir adalah mahasiswa yang belajar Bahasa Indonesia di universitas di Rusia dan masyarakat Rusia yang mempelajari seni budaya dan Bahasa Indonesia di KBRI Moskow.

    Para Indonesianis itu berdialog dan berbagi cerita, pengetahuan, atau pengalaman tentang Indonesia. Duta Besar Vladimir Plotnikov yang lebih dari 20 tahun bertugas di Indonesia sebagai diplomat menyampaikan pengalamannya saat di Indonesia.

    Anna Mamedova, pecinta Indonesia bercerita tentang kecintaannya pada seni budaya Indonesia dan selama ini mempelajari gamelan di KBRI Moskow. Ia juga menceritakan pengalamannya mengikuti program Beasiswa Seni Budaya Indonesia (BSBI) di Bali pada Mei-Agustus 2019.

    Elizaveta Semyonova, mahasiswi Institute of Asian and African Studies ISAA) berbagi pengalaman mengikuti lomba pidato Bahasa Indonesia dan mendapat kesempatan ke Indonesia menghadiri HUT ke-74 Kemerdekaan RI di Istana Merdeka, Jakarta.

    Sementara itu, Elvira Gaynullina, mahasiswi Akademi Diplomatik Kementerian Luar Negeri Federasi Rusia menyampaikan ketertarikan yang tinggi untuk mempelajari Indonesia. Ia sangat gembira memiliki kesempatan yang sangat baik dipilih sebagai peserta dari Rusia pada Bali Democracy Student Conference (BDSC) III yang baru saja digelar di Bali pada 5-6 Desember 2019.

    Duta Besar RI untuk Rusia, Wahid Supriyadi, tengah. Sumber: dokumen KBRI Rusia

    Duta Besar RI untuk Rusia merangkap Belarus, M. Wahid Supriyadi menyampaikan apresiasi yang tinggi atas peran dan kontribusi yang diberikan Indonesianis dalam mempererat hubungan Indonesia - Rusia. Kerja sama kedua negara terus mengalami peningkatan di berbagai bidang, seperti pariwisata dan sosial budaya.

    “Peran dan kontribusi para Indonesianis di Rusia akan terus dibutuhkan dalam menjembatani hubungan kedua negara. Kalau dulu para Indonesianis dikenal dari kalangan yang hidup pada masa Presiden Soekarno, namun saat ini saya bangga karena hadir juga dari kalangan milenial,” kata Dubes Wahid.

    Pada 2020, Indonesia dan Rusia akan memperingati 70 Tahun Hubungan Diplomatik. Oleh karena itu diharapkan dukungan dan peran serta para Indonesianis dalam peringatan tersebut untuk lebih mempererat hubungan kedua bangsa.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Portofolio Saham Asabri Melorot 2013-2017

    PT Asabri mengalami kerugian akibat gegabah mengelola investasi. Badan Pemeriksa Keuangan dan Ombudsman Republik Indonesia curiga ada penyelewengan.