Putra Mahkota Arab Saudi Telepon Trump Soal Penembakan Pensacola

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Donald Trump menyambut kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. Lawatan Mohammed bin Salman diperkirakan akan berbicara soal ancaman Iran, termasuk pengaruh dan pengembangan program nuklir Negeri Mullah itu. (AP Photo/Evan Vucci)

    Presiden Donald Trump menyambut kedatangan Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed bin Salman di Gedung Putih, Washington, Amerika Serikat, 20 Maret 2018. Lawatan Mohammed bin Salman diperkirakan akan berbicara soal ancaman Iran, termasuk pengaruh dan pengembangan program nuklir Negeri Mullah itu. (AP Photo/Evan Vucci)

    TEMPO.COWashington – Putra Mahkota Arab Saudi, Mohammed Bin Salman, menelpon Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, pada Ahad, 8 Desember 2019 mengenai insiden penembakan di markas angkatan laut di Florida.

    MBS, begitu sapaannya, menyampaikan ucapan belasungkawa dan dukungan untuk keluarga para korban tewas.

    “Putra Mahkota juga meyakinkan Trump bahwa otoritas Saudi akan bekerja sama dan memberikan semua informasi terkait investigasi yang sedang berlangsung,” begitu dilansir Reuters seperti dikutip Channel News Asia pada Senin, 9 Desember 2019.

    Para penyelidik meyakini letnan dari angkatan udara Arab Saudi bertindak sendiri saat menembak mati tiga orang dan melukai delapan orang lainnya di Pangkalan Angkatan Laut AS di Pensacola, Florida.

    Pelaku tewas setelah ditembak oleh seorang deputi sheriff pada Ahad kemarin.

    Raja Salman dari Arab Saudi telah menelpon Trump pada akhir pekan lalu pasca insiden terjadi. Dia mengungkapkan rasa sedih atas aksi penembakan itu. Raja memastikan tindakan tentara Saudi itu merupakan kejahatan dan tidak mewakili sikap rakyat seperti dilansir Asharq Al-Awsat.

    Pelaku bernama Letnan Dua, Mohammed Saeed Alshamrani, 21 tahun. Anggota Angkatan Udara Kerajaan Saudi itu berada di pangkalan bersama sejumlah rekannya sebagai bagian dari program pelatihan Angkatan Laut AS.

    Program ini dirancang untuk membina hubungan dengan sekutu asing. Perwira muda itu dilaporkan telah memutar video penembakan massal saat makan malam di awal minggu dengan siswa penerbangan Saudi lainnya,

    Para penyelidik tidak menemukan tanda-tanda Alshamrani dari Arab Saudi memiliki hubungan dengan kelompok-kelompok teroris internasional dan berpikir dia mungkin telah meradikalisasi sendiri, menurut laporan New York Times, mengutip pejabat AS.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?