Startup India Tawarkan Karyawan Magang Rp 20 Juta untuk Tidur

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi wanita tidur. Unsplash.com/Bruce Mars

    Ilustrasi wanita tidur. Unsplash.com/Bruce Mars

    TEMPO.CO, Jakarta - Perusahaan startup India menawarkan 100.000 rupee atau sekitar Rp 20 juta kepada orang-orang yang mau tidur.

    Startup solusi tidur, Wakefit, sedang mencari kandidat pecinta tidur untuk bergabung dengan angkatan magang "sleep internship 2020 batch", dikutip dari Gulfnews, 3 Desember 2019.

    Namun, salah satu syarat magang adalah untuk menghindari laptop selama jam kerja. Menurut laporan dalam Business Insider, perusahaan merilis penawaran di situs web mereka dan menerima lamaran dari siapa saja yang memiliki hasrat fanatik dan kemampuan bawaan untuk tertidur.

    Program magang menetapkan bahwa pecinta tidur harus dapat tertidur pada kesempatan yang diberikan. Adapun kode berpakaian untuk pekerjaan ini adalah piyama. Karyawan magang diharuskan tidur setiap malam selama sembilan jam, setiap minggu selama 100 hari.

    "Kami mencari untuk merekrut orang-orang terbaik yang tidur di negara ini yang bersedia melakukan apa saja untuk menjadikan tidur sebagai prioritas dalam hidup mereka," kata Chaitanya Ramalingegowda, direktur dan salah satu pendiri Wakefit.co.

    Perusahaan akan memberi kesempatan kepada karyawan magang kasur startup untuk tidur sementara pola tidur mereka sebelum dan sesudah menggunakan kasur akan dipantau. Karyawan magang juga akan diberikan sesi konseling dan pelacak tidur.

    "Inisiatif Sleep Internship bertujuan untuk mengembalikan fokus pada kesehatan tidur dengan merayakan dan memberi apresiasi kepada orang-orang yang terobsesi dengan tidur nyenyak," tambah Ramalingegowda.

    "Inisiatif ini merupakan langkah lain untuk menjadikan tidur sebagai bagian integral dari menjaga keseimbangan kehidupan kerja dalam hidup kita," tambah Ramalingegowda.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Modus Sejumlah Kepala Daerah dan Pejabat DPD Cuci Uang di Kasino

    PPATK menyingkap sejumlah kepala daerah yang diduga mencuci uang korupsi lewat rumah judi. Ada juga senator yang melakukan modus yang sama di kasino.