Film Penyelamatan 12 Remaja dalam Gua Dikritik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Narongsak Osottanakorn, seorang gubernur di Thailand menyoroti film The Cave yang tidak menampilkan informasi seutuhnya dan adanya salah informasi yang ditayangkan dalam film. Sumber: THE NATION/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    Narongsak Osottanakorn, seorang gubernur di Thailand menyoroti film The Cave yang tidak menampilkan informasi seutuhnya dan adanya salah informasi yang ditayangkan dalam film. Sumber: THE NATION/ASIA NEWS NETWORK/asiaone.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Narongsak Osottanakorn, Gubernur Tham Luang, Thailand, kecewa dengan film ‘The Cave’. Film yang menceritakan penyelamatan 12 remaja terjebak dalam gua Tham Luang, tayang pertama kali pada Senin malam, 25 November 2019.

    Menurut Narongsak, film itu tidak menggambarkan seluruh detail yang sesungguhnya terjadi. Terdapat beberapa kesalahan yang tayang dalam film itu. Kendati begitu, Narongsak memuji sutradara film itu, Tom Waller. 

    “Saya sangat menghargai film itu karena menggambarkan tingkat kesulitan untuk mengeluarkan anak-anak dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak itu. Seperti orang lain, saya pun awalnya berfikir pembebasan mereka tidak akan sesulit itu, namun ketika tiba di mulut gua saya menyadari tingkat kesulitannya. Ribuan orang yang berkumpul di area sekitar gua menunjukkan upaya menolong anak-anak ini tidak mudah,” kata Narongsak, seperti dikutip dari asiaone.com, Kamis, 28 November 2019.

    Papan peringatan tanda bahaya dan foto-foto upaya penyelamatan dipasang di pagar. [Dailymail]

    Hal yang dikritisi oleh Narongsak adalah film ‘The Cave’ tidak menyebutkan tindakan keempat yang dilakukan pihaknya, yakni memompa agar ketinggian air dalam gua berkurang saat para penyelam menolong anak-anak yang terjebak dalam gua itu. Film juga tidak menceritakan bagian pucuk bukit yang dibuat sebagai jalan masuk alternative aliran air ke dalam gua.

    Narongsak juga menyoroti film yang tidak menjelaskan tipisnya dinding gua yang kemudian dibor untuk menemukan anak-anak yang terjebak itu. Dia juga merasa tidak nyaman tentang serangan terhadap pejabat pemerintah Thailand yang ditampilkan dalam film. 

    Menjawab kritik itu, Waller mengatakan filmnya ditujukan untuk memperlihatkan upaya penyelamatan 12 remaja dan pelatih sepak bola mereka yang terjebak dalam gua, dalam kejadian yang sesungguhnya. 

    “Saya tidak berada di lokasi kejadian dan banyak informasi yang masuk yang tertarik dengan cerita ini. Saya ingin menyeimbangkan cerita dalam film, tidak ada yang dibikin bias. Ada banyak elemen dalam film itu,” kata Waller. 

    Dalam unggahannya di Facebook, Waller mengaku sudah bertemu dengan Narongsak dalam acara pemutaran pertama film ‘The Cave’. Dalam kesempatan itu, Narongsak menyampaikan secara langsung kalau berdasarkan thriller film tersebut, ada informasi yang keliru. 

    “Saya tidak ingin dia mengkritisi film ini memberi informasi yang salah karena dia tidak menonton film ini secara keseluruhan. Saya mengakui ada sejumlah perubahan yang dibuat, namun ini adalah sebuah film,” kata Waller.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Komentar Yasonna Laoly Soal Harun Masiku: Swear to God, Itu Error

    Yasonna Laoly membantah disebut sengaja menginformasikan bahwa Harun berada di luar negeri saat Wahyu Setiawan ditangkap. Bagaimana kata pejabat lain?