Pemburu Harta Karun Temukan Botol Miras dari Kapal Tenggelam

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 600 botol cognac De Haartman & Co. dan 300 botol minuman keras Benedictine. 9news.com.au

    600 botol cognac De Haartman & Co. dan 300 botol minuman keras Benedictine. 9news.com.au

    TEMPO.CO, Jakarta - Sekelompok pemburu harta karun menemukan ratusan botol minuman keras cognac dan liqueur dari sebuah kapal yang ditembak kapal selam U milik Jerman pada Perang Dunia I.

    Tim Ocean X Team dan iXplorer mengerahkan penyelam dan kendaraan selam untuk masuk ke kapal uap Swedia SS Kyros, yang tenggelam di kedalaman 250 kaki atau 77 meter di Laut Baltik.

    Mereka menemukan 600 botol cognac produksi De Haartman & Co dan 300 botol liqueur Benedictine, yang mereknya sekarang dimiliki Bacardi, Peter Lindberg dari Ocean X Team.

    “Kami tidak tahu apakah minuman itu layak diminum. Kami mencium aroma dari botol Benecditine yang terasa manis dan herbal,” kata Lindberg kepada CNN seperti dilansir pada Rabu, 13 November 2019.

    Lindberg mengatakan sedang meriset minuman cognac dan bicara dengan Bacardi untuk menentukan nilai komersil dari harta karun ini.

    “Kami tidak ingin buka satu botol jika nilainya mencapai puluhan ribu dolar,” kata dia.

    Kapal Kyros berlayar antara Prancis dan Kota St. Petersburg di Rusia, yang dulu disebut Petrograd. Kapal itu ditembak kapal selam Jerman UC58 pada 1917. Saat itu, Rusia diperintah oleh Kaisar Nicholas II.

    Kapten kapal selam Jerman menenggelamkan kapal kargo itu karena dianggap membawa muatan terlarang. Kru bahkan menaruh bahan peledak di ruang mesin agar kapal Kyros tenggelam penuh. Kru dari Kyros diselamatkan dan kembali ke Swedia. Kru pemburu harta karun masih berupaya menentukan nilai harta karun yang ditemuka selain miras seperti pistol Luger. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Gonta-ganti UN, dari Ujian Negara hingga Kebijakan Nadiem Makarim

    Nadiem Makarim akan mengganti Ujian Nasional dengan Asesmen Kompetensi Minimum dan Survei Karakter. Gonta-ganti jenis UN sudah belangsung sejak 1965.