Presiden Duterte Sakit Serius, Persingkat Kunjungan ke Jepang

Reporter:
Editor:

Maria Rita Hasugian

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Rodrigo Duterte.[CBCPNews]

    Rodrigo Duterte.[CBCPNews]

    TEMPO.CO, Jakarta - Presiden Filipina Rodrigo Duterte, 74 tahun mempersingkat kunjungan menghadiri penobatan Kaisar Jepang karena rasa sakit tak tertahankan akibat kecelakaan sepeda motor pekan lalu.

    Duterte terbang kembali ke Manila, Filipina pada Selasa malam. Dia menghadiri penobatan Kaisar Naruhito pada pagi harinya dengan menggunakan tongkat.

    Duterte tidak mengikuti acara jamuan makan yang diselanggarakan malam hari. Menurut laporan Arab News, anak perempuan Duterte, Sara Duterte Carpio akan mewakili ayahnya dalam jamuan makan.

    Setiba di Manila besok, Duterte akan berobat ke dokter ahli saraf.

    "Masyarakat tidak perlu mengkhawatirkan sehubungan dengan fisik dan kondisi presiden karena dia memberikan priortas yang serius untuk secara aktif melayani negara kita," kata Salvador Panelo, juru bicara kepresidenan, seperti dilaporkan Channel News Asia.

    Ini merupakan yang ketiga kali dalam sebulan ini pemerintah Filipina berusaha menghapuskan kekhawatiran tentang kesehatan presiden Duterte setelelah mantan wali kota itu mengungkapkan penyakit lama yang dideritanya di hadapan komunitas Filipina di Moscow, Rusia awal Oktober lalu.

    Duterte mengungkapkan bahwa kelopak matanya kerap terkulai disebabkan kelainan neuromuskuler kronis warisan dari ayahnya.

    Duterte juga diketahui menderita sakit punggung atau back pain, migrain setelah mengalami kecelakaan sepada motor, dan penyakit Buerger akibat perokok berat di masa muda.

    Menurut konstitusi Filipina, jika presiden berhalangan tetap seperti sakit parah dan meninggal, maka jabatannya akan ditempati oleh wakil presiden, saat ini dijabat oleh Leni Robredo.

    Saat pelantikan Rodrigo Duterte sebagai presiden Filipina, Robredo sebagai oposisi dilantik secara terpisah sebagai wakil presiden. Dia bukan pasangan Duterte saat bertarung dalam pemilihan presiden tiga tahun lalu.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.