Amerika Minta Cina Tekan Korea Utara Soal Negosiasi Nuklir

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, bertemu untuk kedua kalinya di Metropole Hotel pada Rabu malam, 27 Februari 2019. Reuters

    Presiden Amerika Serikat, Donald Trump, dan pemimpin tertinggi Korea Utara, Kim Jong Un, bertemu untuk kedua kalinya di Metropole Hotel pada Rabu malam, 27 Februari 2019. Reuters

    TEMPO.COWashington – Pejabat senior pertahanan Amerika Serikat untuk Asia mengatakan negaranya meminta Cina memperbaiki upaya penegakan sanksi kepada Korea Utara.

    Cina juga diminta menekan Korea Utara agar bersikap lebih konstruktif dalam pembicaraan dengan AS.

    “Kami ingin mereka melakukan lebih baik,” kata Randall Schriver, Asisten Menteri Pertahanan Amerika Serikat, untuk urusan Keamanan Indo – Pasifik, seperti dilansir Reuters, Rabu, 16 Oktober 2019.

    Schriver mengatakan ada keteledoran dalam pemberian sanksi oleh Cina terkait kontrol transfer barang antarkapal di perairannya yang melibatkan Korea Utara.

    “Secara minimum perlu ada penegakan sanksi. Tapi saya pikir ada cara-cara lain Cina bisa menekan Pyongyang agar lebih konstruktif dalam pembicaraan seandainya mereka mau berbicara lagi. Tapi kita tidak melihat ini sekarang,” kata Schriver.

    Schriver berbicara ini dalam acara yang digelar Jamestown Foundation. Dia merujuk pada upaya AS untuk menghidupkan kembali pembicaraan dengan Korea Utara agar mau menyerahkan senjata nuklirnya.

    Soal ini, juru bicara Kemenlu Cina, Geng Shuang, mengatakan negaranya memenuhi tugas terkait resolusi Dewan Keamanan PBB terkait sanksi untuk Korea Utara.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.