Partai Hukum dan Keadilan Polandia Diproyeksi Menangkan Pemilu

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Masyarakat Polandia memberikan hak suara mereka dalam pemilu parlemen, 13 Oktober 2019. Sumber: voanews.com

    Masyarakat Polandia memberikan hak suara mereka dalam pemilu parlemen, 13 Oktober 2019. Sumber: voanews.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Hukum dan Keadilan Polandia unggul dalam pemilu parlemen yang dilakukan pada Minggu, 13 Oktober 2019 dengan 49,3 persen suara. Partai Hukum dan Keadilan adalah partai berkuasa saat ini di Polandia dan beraliran nasionalis.

    Dikutip dari reuters.com, Senin, 14 Oktober 2019, koalisi partai oposisi terbesar Polandia bernama Koalisi Sipil, dalam pemilu parlemen hari Minggu kemarin mendapat posisi kedua dengan 22,3 persen suara yang diikuti oleh aliansi sayap kiri dengan 10,9 persen. Dengan menangnya Partai Hukum dan Keadilan Polandia, maka partai itu bisa melanjutkan reformasi pada sistem hukum, media dan institusi budaya untuk empat tahun ke depan.

    Pemilu parlemen polandia. Sumber: Robert Robaszewski/Reuters/aljazeera.com

    Dengan kemenangan dalam pemilu parlemen ini, maka ini menjadi periode kedua Partai Hukum dan Keadilan berkuasa di Polandia. Total ada 239 kursi parlemen yang diperebutkan dalam pemilu ini.

    Sejumlah reformasi yang dilakukan Polandia ini dikritik oleh Brussels. Polandia adalah negara post-komunis terbesar di Uni Eropa.

    Partai oposisi Polandia jika digabung bisa mendapat lebih dari 50 persen suara. Akan tetapi, sistem pemilu Polandia yang rumit memberikan sebuah bonus pada partai pemenang pemilu sehingga artinya Partai Hukum dan Keadilan Polandia tetap mendapat kursi terbesar di parlemen dan tetap memegang tampuk kekuasaan.

    Hasil tetap pemilu parlemen Polandia akan diumumkan pada Senin, 14 Oktober 2019, waktu setempat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Menunggu Dobrakan Ahok di Pertamina

    Basuki Tjahaja Purnama akan menempati posisi strategis di Pertamina. Ahok diperkirakan akan menghadapi banyak masalah yang di BUMN itu.