Riset: Miskin Energi Diduga Berdampak pada Angka Kematian Inggris

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • 14 Tewas Badai Salju Beast From The East di Inggris Raya

    14 Tewas Badai Salju Beast From The East di Inggris Raya

    TEMPO.CO, Jakarta - Kenaikan harga energi telah membuat sejumlah masyarakat Inggris tak mampu membayar tagihan untuk kebutuhan bahan bakar. Kondisi ini diduga telah menjadi salah satu penyebab kematian ribuan masyarakat Inggris yang mungkin karena tak mampu membeli bahan bakar dan mesin penghangat rumah mereka kurang hangat saat musim dingin.

    Menurut sebuah studi yang dilakukan Pasar Gas dan Energi dan dipublikasi pada Kamis, 3 Oktober 2019, kelompok rumah tangga miskin adalah kelompok yang menghabiskan lebih banyak uang untuk membayar tagihan energi mereka daripada kelompok orang kaya. Dengan begitu, mereka memiliki potensi lebih besar kekurangan energi.  

    Kelompok rumah tangga miskin bahan bakar, sebuah istilah di Inggris yang digunakan bagi kustomer yang tak mampu membuat rumah mereka hangat di musim dingin, berisiko tinggi terganggu kesehatannya.

    “Sepanjang musim dingin 2017 – 2018, kami memperkirakan kemiskinan bahan bakar mungkin telah berkontribusi pada 5.500 kematian pada musim dingin dan 16.500 kematian mungkin terkait pada masyarakat yang tinggal di rumah-rumah mereka yang dingin,” tulis Pasar Gas dan Energi, seperti dikutip dari rt.com, Jumat, 4 Oktober 2019.

    Warga berjalan di jalanan yang tertutupu salju di Bristol, Inggris, 1 Februari 2019. Cuaca dingin menyerang Inggris dan Wales selatan. REUTERS/Tom Jacobs 

    Riset Pasar Gas dan Energi ini mengejutkan mengingat pemerintah Inggris sedang berusaha membuat harga energi lebih terjangkau bagi orang-orang kurang mampu, lansia dan kelompok masyarakat berpenghasilan rendah. Hasil riset Pasar Gas dan Energi dipaparkan menjelang Inggris angkat dari Uni Eropa atau Brexit. 

    Pemerintah Inggris memprediksi kelompok masyarakat berpenghasilan rendah akan menjadi pihak yang saat terpukul jika Inggris keluar dari Uni Eropa tanpa kesepakatan atau no-deal Brexit. Dengan no-deal Brexit, maka mereka yang miskin harus merogoh kocek lebih besar untuk biaya kebutuhan perut dan bahan bakar.

    Supermarket diperkirakan akan menaikkan harga bahan makanan, termasuk buah-buahan dan sayur-mayur impor dari benua Eropa. Di proyeksi pula bakal terjadi keterlambatan pengiriman bahan makanan karena bea cukai di perbatasan-perbatasan. Listrik dan gas kemungkinan tidak akan ada gangguan saat Brexit, namun kemungkinan harganya akan naik sehingga berdampak pada sektor ekonomi dan politik Inggris.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tingkat Kepuasan Kinerja dan Catatan Baik Buruk 5 Tahun Jokowi

    Joko Widodo dilantik menjadi Presiden RI periode 2019 - 2024. Ada catatan penting yang perlu disimak ketika 5 tahun Jokowi memerintah bersama JK.