Cina - Kiribati Jalin Diplomasi, Termasuk Stasiun Pelacak Satelit

Reporter:
Editor:

Budi Riza

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Bagian dari satelit cuaca Cina yang akan beroperasi pada 2022. Satelit ini akan bisa memindahkan hujan. (qz.com)

    Bagian dari satelit cuaca Cina yang akan beroperasi pada 2022. Satelit ini akan bisa memindahkan hujan. (qz.com)

    TEMPO.CONew York – Pemerintah Cina dan negara kepulauan Pasifik Kiribati, memulihkan hubungan diplomatik setelah negara itu meninggalkan Taiwan.

    Kiribati merupakan negara miskin namun menjadi lokasi strategis stasiun pelacak satelit.

    “Kiribati mengumumkan pada pekan lalu memutus hubungan diplomatik dengan Taiwan dan memilih Cina,” begitu dilansir Reuters pada Sabtu, 28 September 2019.

    Cina dan Kiribati sempat memiliki hubungan diplomatik hingga 2003. Namun, Tarawa, yang merupakan ibu kota Kiribati, menjalin hubungan dengan Taiwan yang membuat Cina putus hubungan.

    Hingga saat itu, Cina memiliki stasiun pelacak luar angkasa di Kiribati, yang berperan melacak wahana antariksa pertama berawak Cina.

    “Kami menghargai keputusan penting dan benar ini,” kata Wang kepada media. “Mari berharap persahabatan kita berlangsung selamanya. Kita akan bekerja sama membangun bersama menuju maa depan cerah dan sejahtera,” kata dia.

    Presiden Kiribati, Taneti Maamau, mengatakan dia belajar banyak dari Cina. “Saya yakin banyak yang bisa dipelajari dari Cina dan pemulihan hubungan diplomatik ini hanyalah permulaan,” kata dia.

    Baru-baru ini, Cina juga mendapat dukungan diplomatik dari negara Pasifik yaitu Kepulauan Solomon seperti dilansir Channel News Asia. Cina dikabarkan membantu sekitar US$500 juta atau sekitar Rp7 triliun pertahun termasuk untuk pembangunan infrastruktur.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Uji Praktik SIM dengan Sistem Elekronik atau e-Drives

    Ditlantas Polda Metro Jaya menerapkan uji praktik SIM dengan sistem baru, yaitu electronic driving test system atau disebut juga e-Drives.