BJ Habibie Meninggal, Wakil PM Singapura Ucapkan Duka Cita

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Teo Chee Hean, kiri, menyampaikan duka cita kepada Ilham Habibie, kanan. Sumber: dokumen Teo Chee Hean/Facebook

    Teo Chee Hean, kiri, menyampaikan duka cita kepada Ilham Habibie, kanan. Sumber: dokumen Teo Chee Hean/Facebook

    TEMPO.CO, Jakarta - Teo Chee Hean, Wakil Perdana Menteri Singapura yang merangkap sebagai Menteri Koordinator Keamanan Nasional Singapura menyambangi kediaman keluarga mantan Presiden RI ke-tiga B.J. Habibie pada Rabu, 11 September 2019. Kepada Ilham Habibie, Teo menyampaikan duka cita mendalam atas meninggalnya Habibie di usia ke-83 tahun.

    Dalam unggahannya di Facebook, Teo menulis kenangan saat bertemu dengan Habibie pada Agustus 1998. Keduanya melakukan pertemuan beberapa kali saat Habibie menjabat sebagai Menteri Riset dan Teknologi RI.

    "Saya menyampaikan duka cita mendalam kepada kedua putranya, Ilham Akbar Habibie dan Thareq Kemal Habibie. Saya sangat sedih mengetahui mantan Presiden BJ Habibie meninggal," tulis Teo di Facebook.

    Teo Chee Hean, kanan, bersalaman dengan BJ. Habibie. Sumber: dokumen Teo Chee Hean/Facebook

    Menurut Teo, dia mengetahui kabar meninggalnya mantan Presiden Habibie saat dalam perjalanan ke Jakarta untuk sebuah perjalanan bisnis. Tanpa membuang tempo, Teo menuju rumah keluarga Habibie di Kuningan, segera setelah mendarat di Jakarta untuk menyampaikan belasungkawa pada keluarga almarhum.

    Teo menyebut, Habibie akan dikenang karena memimpin Indonesia dalam sebuah periode yang sulit. Dia sosok yang sangat mencintai negaranya, punya gairah sangat besar pada pesawat terbang dan selalu ingin melayani masyarakat.


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Lima Warisan Iptek yang Ditinggalkan BJ Habibie si Mr Crack

    BJ Habibie mewariskan beberapa hal yang berkaitan dengan ilmu pengetahuan dan teknologi. Warisannya berupa lembaga, industri, dan teori kelas dunia.