Bom di Bangkok, Pengadilan Terbitkan Lagi Surat Penahanan

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Suasana usai terjadi ledakan di Bangkok, Thailand, Jumat, 2 Agustus 2019. Kepolisian Bangkok mendapat laporan ada paket mencurigakan di dekat lokasi pertemuan menlu negara ASEAN. Twitter @YRNMXSK via REUTERS

    Suasana usai terjadi ledakan di Bangkok, Thailand, Jumat, 2 Agustus 2019. Kepolisian Bangkok mendapat laporan ada paket mencurigakan di dekat lokasi pertemuan menlu negara ASEAN. Twitter @YRNMXSK via REUTERS

    TEMPO.CO, Jakarta - Pengadilan kriminal mengeluarkan surat perintah penangkapan empat tersangka atas sejumlah serangan bom dan pembakaran di Bangkok, Thailand pada 2 Agustus 2019.

    Kepolisian Thailand mengatakan pengadilan pada pekan lalu sudah setuju menerbitkan surat perintah penangkapan kepada Mayaki Malasing, 25 tahun, Usman Jeteh, 30 tahun, Sattha Awae, 29 tahun, dan Sukree Duramana, 25 tahun. Keempat orang itu dituduh sebagai anggota sindikat yang melanggar hukum, ikut serta dalam pembakaran dan menyebabkan ledakan yang merugikan orang lain. 

    Mereka juga diduga telah terlibat dalam upaya merusak properti orang lain dan memiliki bahan peledak yang melanggar hukum.

    Anggota tim gegana Explosive Ordnance Disposal (EOD) mencari sumber ledakan yang terjadi di Bangkok, Thailand, Jumat, 2 Agustus 2019. Sebelumnya, kepolisian Thailand juga menemukan dua paket bom palsu di dekat lokasi pertemuan menlu ASEAN berlangsung. REUTERS

    Total sampai awal pekan ini, pengadilan kriminal telah menyetujui surat perintah penangkapan untuk 13 tersangka. Dua dari jumlah itu ditangkap pada 2 Agustus 2019 dan diidentifikasi sebagai Lu-ai Saenga dan Wildun Maha.

    Pada 14 Agustus 2019, pengadilan mengeluarkan surat perintah penangkapan untuk Assamee Abuwa, Usman Pohlor, Hasae Baeloh dan Ammaree Maming. Kemudian pada 20 Agustus 2019, pengadilan menyetujui surat perintah penangkapan untuk Ussaman Lateh, Hasan Awae dan Nassaru Maprasit.

    Sumber di kepolisian mengatakan tim investigasi akan meminta pengadilan menyetujui surat perintah penangkapan untuk lebih banyak tersangka. Polisi percaya setidaknya 20 orang ambil bagian dalam serangan 2 Agustus 2019, dimana total enam bom meledak di lima lokasi berbeda di kota Bangkok. Motif pengeboman belum diketahui.

    ASIA ONE MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.