Buat Berita Palsu, Perdana Menteri Lee Minta Media Ini Mohon Maaf

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. (AP Photo/Wong Maye-E)

    Perdana Menteri Singapura, Lee Hsien Loong. (AP Photo/Wong Maye-E)

    TEMPO.CO, Jakarta - Perdana Menteri Lee Hsien Loong meminta media TheOnlineCitizen (TOC) untuk menghapus artikel dan unggahanFacebook tentang pemberitaan mengenai keluarganya dan rumah warisan ayahnya, yang disebut Lee sebagai berita bohong. Jika tidak, dia siap mengambil langkah hukum  

    Artikel yang disebut Lee itu dimuat pada 15 Agustus 2019 yang berjudul, "Inilah mengapa terkadang tidak ada masalah jika memutuskan hubungan dengan anggota keluarga yang memberikan pengaruh buruk.”

    Dalam sebuah surat yang ditujukan kepada pemimpin redaksi TOC, Terry Xu, pada Minggu, 1 September 2019, sekretaris pers PM Lee, Chang Li Lin, mengatakan tuduhan dalam artikel itu adalah fitnah.

    Selain artikel itu, Chang menyoroti artikel TOC lainnya yang menuduh Perdana Menteri Lee menyesatkan ayahnya, mendiang Lee Kuan Yew, untuk berfikir bahwa rumah di 38 Oxley Road agar diserahkan ke Pemerintah Singapura.

    “Dengan pemberitaan itu, Perdana Menteri Lee telah diduga sebagai penyebab yang membuat Lee Kuan Yew ingin menghancurkan rumah itu dan mengubah keinginannya untuk mewariskan rumah itu kepada Lee. Tuduhan ini sepenuhnya tanpa dasar,” kata Chang.

    Pada Juli 2017, Perdana Menteri Lee telah memberikan penjelasan lengkap mengenai hal-hal terkait rumah di 38 Oxley Road dihadapan anggota Parlemen Singapura. Penjelasan itu diberikan setelah saudara-saudaranya membuat tuduhan tak benar soal status rumah itu. Lee meyakinkan ayahnya sendiri yang ingin agar rumah itu dihancurkan setelah dia meninggal.

    “Namun, setelah mendengar Kabinet bahwa properti itu tidak boleh dihancurkan, Perdana Menteri Lee akhirnya menerima bahwa Pemerintah kemungkinan akan mempertahankan properti itu untuk kepentingan umum (museum). Oleh karena itu Lee siap menjadi orang yang fleksibel dan merenungkan pilihan-pilihan yang ada,” kata Chang.

    Chang mengatakan Perdana Menteri Lee sejauh ini memilih untuk tidak menuntut saudara-saudaranya, namun bukan berarti dia tidak akan pernah mengambil tindakan hukum, jika sudah kelewatan. Namun lagi-lagi, hal ini tidak boleh disalah artikan oleh orang lain sebagai izin gratis untuk menyebarkan tuduhan palsu dan memfitnah Perdana Menteri Lee.

    Perdana Menteri Lee ingin rumah mendiang ayahnya dipertahankan, namun dua saudara kandungnya ingin agar rumah itu dihancurkan sesuai wasiat LeeKwanYewkarena tak ingin dikultuskan.  

    Selain meminta menghapus artikel atas tuduhan palsu tersebut, Lee juga telah meminta Pemimpin Redaksi TOC untuk menerbitkan permintaan maaf tanpa syarat dan berhenti mempublikasikan tuduhan palsu serupa. Jika permintaan ini tidak mematuhi, maka Lee tidak punya pilihan selain menyerahkan masalah ini kepada pengacaranya untuk menuntut dan menegakkan hak dalam hukum.

    ASIA ONE MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Calon Menteri yang Disodorkan Partai dan Ormas, Ada Nama Prabowo

    Presiden Joko Widodo menyatakan bahwa sebanyak 45 persen jejeran kursi calon menteri bakal diisi kader partai.