Perempuan di India Tinggal Bersama Jenazah Saudaranya

Reporter:
Editor:

Eka Yudha Saputra

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi mayat. AFP/JEFF PACHOUD

    Ilustrasi mayat. AFP/JEFF PACHOUD

    TEMPO.CO, Jakarta - Seorang perempuan di India tinggal bersama jenazah saudara lelakinya dalam satu apartemen.

    Hal ini diketuahui ketika polisi memeriksa apartemen. Mayat seorang pria yang bernama Anjan Dey, 70 tahun, ditemukan oleh polisi dalam kondisi membusuk di sebuah apartemen di distrik Parganas Selatan 24 Bengal Barat, India pada Selasa, 27 Agustus 2019.

    Sebelumnya, kabar kematiannya tidak diketahui karena almarhum tinggal bersama saudara perempuannya, Minati Dey, yang mengalami gangguan mental.

    Hal ini baru diketahui 3 hari kemudian dikarenakan teman-teman apartemennya mengeluhkan bau busuk yang keluar dari apartemen mendiang.

    "Mayatnya membusuk, Anjan yang merupakan seorang mantan pengacara ditemukan meninggal di lantai empat apartemennya di Narendrapur. Kondisi tubuhnya menunjukkan bahwa lelaki itu mungkin telah meninggal setidaknya dua hingga tiga hari yang lalu," kata petugas dari kantor polisi Sonarpur, dikutip dari Gulfnews, 30 Agustus 2019.

    Polisi mengatakan saudara perempuannya Minati Dey yang mengalami gangguan kesehatan mental tidak memberi tahu siapa pun tentang kematian saudaranya itu.

    "Perempuan itu mengalami gangguan pada kesehatan mental dan tidak layak secara fisik. Dia telah tinggal bersama jasad saudara lelakinya selama beberapa hari terakhir. Petugas kami telah menginterogasinya tentang kematian Anjan, tetapi dia tidak mampu memberikan jawaban yang jelas," kata petugas.

    Polisi mengatakan tidak ada tanda luka eksternal pada tubuh almarhum.
    Alasan dan waktu kematian baru dapat dipastikan setelah menerima laporan autopsi jenazah.

    MEIDYANA ADITAMA WINATA | GULFNEWS


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Proyek Infrastruktur, 17 Kepala Daerah Ditangkap dalam 2 Tahun

    Sejak berdiri pada 2002 hingga sekarang, Komisi Pemberantasan Korupsi telah menangkap 121 kepala daerah terkait kasus proyek infrastruktur.