Layang-layang Maut di India, Korban Tewas Naik

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Ilustrasi layang-layang. Sumber: India Beckons

    Ilustrasi layang-layang. Sumber: India Beckons

    TEMPO.CO, Jakarta - Layang-layang adalah permainan terpopuler di India. Namun, siapa sangka permainan itu dapat merenggut banyak nyawa dalam beberapa tahun terakhir.

    Jatuhnya korban jiwa yang terus meningkat dikarenakan orang-orang mulai memodifikasi layangan dengar menggunakan senar yang dilapisi logam atau kaca untuk mencoba mengalahkan layang-layang pesaing.

    Jumlah kematian dan cedera melonjak pada Hari Kemerdekaan India 15 Agustus 2019. Ketika itu banyak orang memainkan permainan tradisional tersebut dengan mencat layang-layang mereka dengan warna khas bendera India.

    Insiden layang-layang maut terakhir terjadi pada Sabtu, 24 Agustus 2019, yang menewaskan anak perempuan berusia empat tahun. Korban yang tidak dipublikasi identitasnya tengah melakukan perjalanan ke sebuah kuil di ibu kota India bersama ayahnya menggunakan sepeda motor. Tiba-tiba saja seutas tali layang-layang yang tajam mengoyakkan hampir setengah lehernya.

    Ilustrasi layang-layang. Sumber: Qurito

    Sebelumnya, seorang Insinyur di Delhi, 28 tahun, mengalami hal yang sama pada Hari Kemerdekaan India. Ketika itu, dia sedang mengendarai sepeda motor dan benang layang-layang melukainya sampai fatal.

    Muncul pula kasus seorang anak laki-laki, tiga tahun, dilaporkan tersengat listrik setelah tali layang-layang yang basah dan dilapisi logam itu bersentuhan dengan kabel listrik di kota.

    Selain korban jiwa manusia, benang layang-layang yang tajam itu juga menewaskan hewan. Otoritas berwenang dan aktivis hak-hak hewan mengatakan, banyak burung terbunuh dan cacat akibat tali layang-layang.

    Sejak tiga tahun lalu, pemerintah kota Delhi telah mengeluarkan larangan langsung pada produksi, penjualan, serta penyimpanan string yang dimodifikasi menjadi tajam setelah banyak jiwa terenggut. Pemerintah mengatakan, siapa pun yang tertangkap basah melakukan hal itu, terancam hukuman lima tahun penjara dan denda sebesar 100.000 rupee atau sekitar Rp20 juta. Namun hingga saat ini, beberapa daerah di sekitar ibu kota New Delhi masih saja menjual layang-layang dengan benang yang berbahaya.

    CHANNEL NEWS ASIA MEIDYANA ADITAMA WINATA


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Yang Datang ke Istana, Ada Nadiem Makarim dan Tito Karnavian

    Seusai pelantikannya, Presiden Joko Widodo memanggil sejumlah nama ke Istana Negara, Senin, 21 Oktober 2019. Salah satunya, Tito Karnavian.