Perang Dagang, Trump Berpikir Naikkan Tarif Lebih Tinggi

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Presiden AS, Donald Trump keluar dari Pesawat Kepresidenan usai mendarat di Noi Bai Airport di Hanoi, Vietnam, 26 Februari 2019. Kunjungan Donald Trump ke Vietnam guna melakukan Pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam KTT Kedua. REUTERS/Kham/Pool

    Presiden AS, Donald Trump keluar dari Pesawat Kepresidenan usai mendarat di Noi Bai Airport di Hanoi, Vietnam, 26 Februari 2019. Kunjungan Donald Trump ke Vietnam guna melakukan Pertemuan dengan Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam KTT Kedua. REUTERS/Kham/Pool

    TEMPO.CO, Jakarta - Gedung Putih menyebut ucapan Presiden Amerika Serikat Donald Trump sudah disalah artikan ketika Trump mengutarakan pemikirannya keduanya soal perang dagang dengan Beijing. Satu-satunya hal yang disesalkan Trump adalah dia tidak menaikkan tarif impor lebih besar.

    Presiden Trump mengatakan pada media pada Minggu pagi, 25 Agustus 2019, bahwa dia memiliki pemikiran kedua soal perang dagang dengan Cina. Sayangnya media telah mengartikan salah jawabannya.

    "Presiden Trump merespon dalam kalimat afirmatif karena dia menyayangkan tidak menaikkan tarif (impor) lebih tinggi," kata humas Gedung Putih Stephanie Grisham, seperti dikutip dari rt.com, Senin, 26 Agustus 2019.


    Perang dagang Amerika Serikat - Cina tidak didukung oleh seluruh sekutu Washington. Perdana Menteri Inggris Boris Johnson dalam pertemuan G7 di Prancis mengutarakan ketidak setujuannya soal perang dagang ini kepada Trump dengan mengatakan Inggris mendukung perdamaian dagang dan memilih perdagangan bebas tarif ketimbang tarif impor yang terlalu mahal.

    Sebelumnya pada akhir pekan lalu, Presiden Trump mengatakan akan membalas Cina dengan menaikkan tarif impor barang - barang asal Cina menjadi 30 persen setelah Beijing memberlakukan tarif impor yang baru untuk Amerika Serikat. Tarif baru ini akan membuat produk impor Cina lebih mahal dan membebani konsumen AS.

    Tarif-tarif itu, yang sebagian besar akan mengenai barang-barang konsumen dan mulai diberlakukan per 1 September 2019, meskipun sebagian besar barang masih akan bebas bea sampai 15 Desember nanti. 


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Eliud Kipchoge Tak Pecahkan Rekor Dunia Marathon di Ineos 1:59

    Walau Eliud Kipchoge menjadi manusia pertama yang menempuh marathon kurang dari dua jam pada 12 Oktober 2019, ia tak pecahkan rekor dunia. Alasannya?