Isu Zakir Naik, Partai Keadilan Rakyat Tunggu Anwar Ibrahim

Reporter:
Editor:

Suci Sekarwati

  • Font:
  • Ukuran Font: - +
  • Zakir Naik, ulama asal India. Sumber: malaysiakini.com

    Zakir Naik, ulama asal India. Sumber: malaysiakini.com

    TEMPO.CO, Jakarta - Partai Keadilan Rakyat Malaysia atau PKR akan menunggu Ketua Partai PKR, Anwar Ibrahim, untuk menggelar rapat membahas isu terkait ulama Zakir Naik. Anwar saat ini masih menunaikan ibadah haji di Mekkah, Arab Saudi.   

    “Biarkan dia menunaikan ibadah haji dulu dengan tenang. Kami akan menunggunya kembali dan menggelar sebuah pertemuan untuk memutuskan bagaimana posisi kami. Kami akan memberikan komentar ketika saatnya tiba,” kata Saifuddin Nasution Ismail, Sekjen PKR, seperti dikutip dari malaysiakini.com, Jumat, 16 Agustus 2019.

    Rencananya Anwar akan bertolak pulang ke Malaysia pada Jumat sore, 16 Agustus 2019.

    Anwar Ibrahim. REUTERS

    Zakir adalah ulama yang lahir di India dan saat ini mendapatkan fasilitas izin tinggal permanen di Malaysia. Dia saat ini menjadi sorotan setelah dalam ceramahnya pada 8 Agustus 2019 mempertanyakan kesetiaan umat Hindu Malaysia pada Perdana Menteri Malaysia Mahathir Mohamad dan menyebut etnis Cina Malaysia sebagai tamu lama di negara itu.

    Zakir mengklaim ucapannya soal pemeluk Hindu di Malaysia sudah dipelintir dan salah kutip. Namun dia belum memberikan klarifikasi soal ucapannya terkait entis Cina tersebut.

    Sejumlah Menteri dari PKR telah mengajukan protes pada Perdana Menteri Mahathir terkait hal ini. Dalam sebuah pernyataan bersama, para menteri itu sekarang menyerahkan keputusan kepada Perdana Menteri Mahathir untuk mempertimbangkan posisi negara dalam hal ini.

    Di negara asalnya India, Zakir masuk dalam daftar buronan. Dia dituduh melakukan tindak pencucian uang, dimana Zakir menyebut tuduhan ini telah dibuat-buat.           


     

     

    Lihat Juga



    Selengkapnya
    Grafis

    Tips Menghadapi Bisa Ular dengan Menggunakan SABU

    Untuk mengatasi bisa ular, dokter Tri Maharani memaparkan bahwa bisa ular adalah protein yang hanya bisa ditawar dengan SABU polivalen.